Perhitungan Biaya Jasa Arsitek dan Kontraktor Rumah dan Perbedaan Keduanya

Biaya jasa arsitek rumah dan kontraktor seringkali menjadi alasan sebagian orang untuk tidak memakai jasa keduanya saat ingin bangun rumah. Kesan bahwa biaya arsitek dan kontraktor mahal sebenarnya tidak terlalu menakutkan dan justru memberi Anda hasil yang sepadan. Berikut ini adalah kisaran biaya kedua jasa yang Anda perlu ketahui.

Daftar Isi

Perhitungan Umum Biaya Jasa Arsitek dan Kontraktor

1. Biaya Jasa Arsitek

Metode Perhitungan Estimasi Tarif
Rumah tinggal standar (kecil-sedang) per m2 Rp 100.000-300.000 per m2
Rumah tinggal lebih luas dan besar per m2 Rp 500.000-1.000.000 per m2
Tarif berdasarkan persentase dari total RAB atau biaya proyek pembangunan 5-10% dari total anggaran
Paket desain (paket gambar saja) Rp 5.000.000-50.000.000
Paket desain lengkap (gambar kerja sekaligus pengawasan konstruksi) Rp 52.500.000 (untuk bangunan 0-250 m2)
Rp 220.000.000 (untuk bangunan 900-1000 m2)

Asumsikan Anda berencana membangun rumah seluas 200 m2, lalu tarif yang dipasang oleh arsitek adalah Rp 200.000. Maka untuk mendapatkan total biaya, cukup kalikan saja keduanya dan hasilnya Rp 40.000.000. Namun harga tersebut bukan patokan karena hanya perkiraan; dan akan lebih tinggi jika proyek lebih besar daripada pembangunan rumah standar.

Paket desain merupakan metode penghitungan biaya jasa arsitek yang membuat hidup Anda lebih mudah karena sudah fixed. Anda hanya tinggal memilih paket mana yang mampu memenuhi kebutuhan pembangunan rumah. Paket all-in atau komplit sudah termasuk gambar kerja sekaligus konstruksi dan pengawasan akan dihargai paling tinggi.

2. Biaya Jasa Kontraktor

Tipe/Kualitas Rumah Estimasi Tarif
Rumah tinggal standar Rp 3.500.000-7.000.000 per m2
Rumah tinggal menengah dengan finishing bagus dan material berkualitas Rp 4.500.000-6.000.000 per m2
Rumah tinggal menengah-atas atau semi-premium Rp 5.500.000-7.500.000 per m2
Rumah tinggal mewah dengan material premium dan finishing tinggi (terdapat detail arsitektur dan fasilitas tambahan) Rp 6.000.000-10.000.000 per m2
Rumah luxury atau high end dengan material premium dan desain kompleks ditambah finishing mewah (seringkali bersifat custom) Rp 8.000.000-12.000.000 per m2
Sistem tenaga kerja saja tanpa material Rp 600.000-1.500.000 per m2

Total biaya jasa arsitek dan kontraktor bisa berbeda karena perhitungan dan layanan yang ditawarkan pun tidak sama. Asumsikan Anda ingin membangun rumah dengan luas 100 m2 dan tarif kontraktor adalah Rp 6.000.000. Maka keseluruhan biaya adalah Rp 600.000.000 yang biasanya belum termasuk jasa arsitek karena keduanya jasa terpisah.

Namun meski belum termasuk biaya jasa arsitek, hitungan biaya jasa kontraktor di atas sudah meliputi struktur hingga material dan finishing. Biaya juga telah mencakup upah tenaga kerja sekaligus pekerjaan fisik dasar, maka akan ada biaya tambahan untuk lain-lainnya. Biaya ekstra ada untuk instalasi listrik.air dan interior/furnishing hingga IMB dan lanskap.

Aspek-aspek yang Membedakan Biaya Jasa Arsitek Vs. Kontraktor

1. Kompleksitas Proyek

Jasa arsitek dan kontraktor tidak dapat menyamakan biaya karena dari kompleksitas proyeknya saja sudah berbeda. Kenaikan biaya arsitek biasanya dikarenakan adanya konsep desain khusus hingga struktur detail dan unik ditambah banyaknya revisi. Untuk biaya jasa kontraktor, biaya naik ketika material premium dan struktur kompleks ditambah finishing tinggi.

2. Layanan atau Pekerjaan yang Ditanggung

Perbedaan biaya jasa arsitek dan kontraktor selanjutnya terlihat pada ruang lingkup pekerjaan. Biaya jasa arsitek umumnya meliputi desain konseptual/arsitektural serta gambar kerja hingga layout dan pengawasan desain (belum termasuk pengawasan konstruksi). Biaya kontraktor meliputi konstruksi hingga material dan tenaga kerja serta pekerjaan teknis lainnya.

3. Fleksibilitas Anggaran

Biaya untuk jasa arsitek dianggap fleksibel karena metode perhitungannya bisa dengan paket desain atau per m2 hingga persentase total RAB. Sementara jasa kontraktor biasanya menawarkan biaya yang pasti karena sistem borongan penuh/all-in. Namun pada jasa kontraktor, biaya dapat membengkak tergantung spesifikasi material dan tipe finishing.

4. Waktu dan Alur Kerja

Pembayaran jasa arsitek didasarkan pada tahapan desain seperti konsep awal hingga gambar kerja lengkap lalu pengawasan konstruksi (jika ada). Untuk jasa kontraktor, Anda dapat membayar tepat setelah eksekusi pembangunan dilakukan, pertama melalui uang muka. Kemudian di tengah pengerjaan Anda bayar lagi sampai finishing dan selesai.

5. Tujuan Biaya

Biaya yang Anda keluarkan untuk jasa arsitek bertujuan untuk membangun perencanaan melalui desain dan dokumen bangunan. Sedangkan biaya yang Anda siapkan untuk jasa kontraktor adalah untuk mewujudkan konsep desain yang jasa arsitek telah buat secara detail. Jasa kontraktor yang bertugas menentukan bangunan jadi atau tidak sesuai desain.

6. Transparansi Biaya

Biaya jasa arsitek dan kontraktor rumah dibedakan dalam hal transparansi, di mana jasa arsitek dianggap berbiaya lebih transparan. Arsitek dibayar untuk desain dan gambar kerja sehingga hal ini terlihat jelas karena bukan untuk pembayaran bahan. Sedangkan biaya kontraktor dianggap rumit karena terdiri dari biaya bahan hingga tenaga kerja dan hal-hal tidak terduga.

7. Metode Fee Tetap

Dengan metode perhitungan fee tetap atau lump-sum, Anda hanya perlu membayar langsung untuk paket desain sekitar Rp 5-150 juta. Sementara jasa kontraktor biasanya tidak menawarkan paket desain dalam metode perhitungannya karena ada banyak elemen dalam proses pelaksanaan. Biaya dihitung berdasarkan tenaga kerja dan material hingga mark-up.

8. Metode per m2

Di Indonesia rata-rata arsitek memasang tarif dengan metode per m2, walaupun lagi-lagi tetap dipengaruhi oleh tingkat kerumitan desain. Sedangkan metode per m2 hanya kadang-kadang saja diterapkan oleh para kontraktor, terutama bila memakai sistem borongan penuh. Biaya jasa kontraktor paling kerap tergantung dari tipe material dan spesifikasi bangunan.

9. Metode Persentase dari Biaya Keseluruhan Proyek

Biaya arsitek dengan metode perhitungan persentase dari keseluruhan biaya proyek umumnya mengambil 5-10% saja dari total anggaran konstruksi. Berbeda dari jasa arsitek, biaya kontraktor metode persentase seperti ini diambil dalam model mark-up. Dasarnya adalah biaya kerja atau material 10-25% dari biaya proyek ditentukan skala dan tingkat kerumitan.

10. Layanan Tambahan

Kisaran biaya jasa arsitek dan kontraktor beragam karena masih adanya kemungkinan biaya dari layanan tambahan. Untuk arsitek, mereka biasanya melayani konsultasi dan mengurus izin pembangunan rumah hingga pembuatan gambar kerja lengkap. Untuk jasa kontraktor, layanan tambahan mencakup finishing khusus hingga modifikasi tengah proyek.

Cari Rancangan Arsitektur yang Matang dan Berstandar Tinggi? Scandilux Jawabannya!

Karena pembangunan rumah sama dengan investasi besar, wajar jika Anda ingin risiko seminim mungkin. Inilah alasan pentingnya menggunakan Jasa Arsitek Rumah maupun kontraktor yang bereputasi baik dan dapat dibuktikan sisi kompeten di bidangnya. Scandilux dapat menjadi tempat yang tepat bagi Anda untuk memercayakan perencanaan pembangunan rumah detail.

Anda mencari partner yang transparan soal biaya jasa arsitek dan kontraktor sekaligus layanan dengan hasil maksimal? Jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan Scandilux dengan menghubungi kami di nomor 0812-5555-7227. Kami siap bantu dari awal sampai akhir untuk pembangunan rumah estetik dan fungsional tanpa bikin kantong Anda kering.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>