Desain Rumah Scandinavian 1 Lantai Berkonsep Kreatif Agar Tidak Membosankan

Untuk membuat desain rumah scandinavian 1 lantai agar kelihatan lebih menarik maka Anda harus menentukan konsep yang tepat. Apalagi jika Anda ingin mendapatkan semua elemennya seperti pencahayaan alami, fungsionalitas, keterbukaan ruang, dsb. 

Tentu saja Anda tetap bisa menggunakan konsep yang lebih kreatif agar merefleksikan pribadi penghuni sehingga designnya terlihat lebih personal.

Daftar Isi

Konsep Desain Rumah Scandinavian 1 Lantai yang Kreatif dan Tidak Membosankan

1. Konsep warna netral

Ini adalah konsep yang paling klasik yaitu dengan benar-benar menggunakan desainnya sesuai dengan pakem sehingga terasa lebih autentik. Konsep ini paling cocok untuk Anda yang memang tidak mau ribet soal desain dan ingin gaya yang simple saja.

Tetapi tidak usah khawatir karena design Scandinavian memang sudah estetik dari aslinya sehingga Anda tetap akan mendapatkan gaya yang tetap cantik. Kuncinya adalah pada penggunaan material kayu dengan warna oak terang serta palet dengan warna dasar putih.

Anda harus berhati-hati saat menggunakan furnitur untuk menjaga kelapangan ruangan namun tetap membuatnya fungsional.

2. Konsep barn

Jika Anda ingin exterior yang terlihat lebih mencolok maka bisa menggunakan model atap bergaya pelana yang tinggi serta tajam. Kemudian di bagian interior gunakan exposed ceiling agar langit-langit bisa lebih tinggi sehingga ruangan terasa lega.

Kemudian untuk interiornya Anda bisa membuatnya dengan menggunakan 3 unsur warna yaitu warna gelap pada kusen dan berbagai garis agar terlihat lebih tegas. Kemudian untuk bagian dinding utamanya bisa menggunakan warna putih atau semen sebagai penetral palet.

Agar terasa lebih hangat Anda juga bisa menambahkan unsur alami melalui penggunaan material kayu serta fabric di berbagai dekorasi dan furnitur yang digunakan.

3. Konsep Nordic

Terinspirasi dari gaya Nordic yang memiliki exterior gelap namun kemudian dikombinasikan dengan interior yang terang sehingga terkesan misterius dari luar namun hangat di dalam.

Konsep ini paling cocok digunakan di lokasi yang iklimnya agak dingin karena exteriornya akan didominasi warna hitam supaya bisa menyerap hangat dari luar. Gunakan atap dan kusen yang berwarna hitam kemudian catlah bagian kusen dengan warna senada agar terlihat menyatu.

Untuk interiornya dibuat kontras dengan menggunakan warna warm white sehingga mendapatkan kesan transisi yang dramatis dari exterior ke interiornya. Baik bagian lantai maupun ceiling bagian dalam harus sama-sama netral agar lebih hangat karena exteriornya sudah terlihat dingin.

4. Konsep Indoor garden

Untuk Anda yang sangat menyukai alam maka konsep yang satu ini sangatlah cocok karena Anda bisa menambahkan taman kering di berbagai spot dalam ruangan. Untuk yang paling besar bisa diletakkan di tengah-tengah rumah yang kemudian dibatasi dengan dinding kaca sebagai pembatasnya.

Dengan demikian cahaya dari luar pun bisa turut masuk ke dalam rumah yang bisa membantu pencahayaan alami yang memang menjadi ciri khas dari desain rumah scandinavian 1 lantai agar bisa tercapai. Sedangkan di bagian interior lainnya bisa ditambahkan taman kering di bagian dinding terutama di bagian void yang susah untuk digunakan. 

5. Japandi

Perpaduan yang saat ini paling trendy adalah dengan memasukkan estetika gaya Jepang dengan menambahkan fungsionalitas dari gaya Scandinavian. Jadi Anda tetap bisa menggunakan berbagai furniture bergaya Jepang yang memiliki profil rendah sampai ke lantai tetapi pilihlah yang lebih fungsional.

Untuk warnanya sendiri gunakan penggabungan kedua design dengan cara memilih tone yang lebih membumi seperti coklat muda dan krem. Kuncinya adalah menciptakan kesan zen ala Jepang dengan membuat interior yang hangat dari penggunaan material alam.

6. Indoor Outdoor

Jika lahan yang Anda miliki cukup luas untuk membuat taman di bagian samping atau belakang maka cobalah untuk menambahkan konsep ini pada desain hunian. Caranya adalah dengan menambahkan sliding door yang sepenuhnya terbuat dari kaca pada area yang menghubungkan rumah dengan taman.

Dengan demikian Anda bisa membuka seluruh pintu tersebut sehingga area indoor akan menyatu dengan outdoornya di pagi hari namun tetap bisa ditutup kembali saat diperlukan. Dengan demikian keluarga bisa menikmati area luar ruang dengan leluasa dan halaman pun jadi terasa lebih fungsional.

7. Pastel accents

Jika Anda merasa bosan dengan konsep interior desain rumah scandinavian 1 lantai yang cenderung berwarna netral maka sebenarnya bisa ditambahkan tone pastel sebagai aksen. Gunakan tone seperti sage green, yellow mustard, dustry blue untuk memberikan warna pada dekorasi yang Anda tempatkan di berbagai spot.

Jika mau lebih dramatik lagi Anda bisa menggunakan accent wall dengan warna tersebut untuk mempertegas tone aksen mana yang mau diginakan. Tetapi perhatikan keseimbangan jangan menggunakannya secara berlebihan agar tidak membuat warna netralnya jadi tenggelam.

8. Industrial Scandi

Agar kesan maskulin tercipta Anda bisa mengombinasikan design dengan gaya Industrial yang memiliki kesan dramatis. Gunakan material yang lebih rough seperti dinding semen, besi, tembaga, serta dinding ekspos yang terlihat lebih manly.

Untuk paletnya sendiri bisa didominasi warna gelap seperti hitam, abu dan warna tembaga sebagai aksen pada berbagai peralatan. Konsep ini juga sangat cocok untuk Anda yang masih memiliki budget terbatas karena material yang digunakan jauh lebih terjangkau.

9. Konsep Loft

Untuk yang ingin mendapatkan tampilan 2 lantai maka Anda bisa mengakalinya dengan menggunakan konsep loft ini. Dengan demikian penggunaan ruangan pun jadi bisa lebih dimaksimalkan dan luas bangunan juga bisa bertambah secara horizontal.

Yang perlu diperhatikan adalah fungsi dari loft itu sendiri karena biasanya spacenya juga terbatas sehingga tidak bisa digunakan untuk semua hal. Anda bisa memanfaatkan space tersebut sebagai kamar tamu atau home office yang tidak membutuhkan banyak ruang.

10. Konsep rumah kaca

Untuk yang suka menikmati pemandangan taman tetapi tidak mau menyatukan area indoor dengan area outdoor maka bisa membuat konsep rumah kaca. Caranya adalah dengan menempatkan dinding dari kaca pada bagian yang menghadap ke taman sehingga pemandangan dari ruang dalam tidak terhalang.

Selain itu penggunaan dinding kaca juga bisa membantu agar pencahayaan alami lebih mudah masuk ke dalam sehingga hunian terasa lebih terang. Jangan lupa untuk menempatkan pohon sebagai peneduh di area strategis agar sinar matahari yang masuk tidak berlebihan.

Ternyata rumah Scandinavian tidak se-monoton yang dikatakan orang karena Anda pun tetap bisa kreatif dalam menciptakan desainnya. Dengan adanya berbagai konsep yang bisa digunakan untuk desain rumah scandinavian 1 lantai Anda jadi lebih bebas menentukan feel yang diinginkan. 

Pembangunannya juga harus dilakukan dengan baik untuk menciptakan bangunan yang kokoh serta mewujudkan desain sesuai dengan konsepnya. Gunakan Jasa Desain Rumah dari Scandilux yang dapat membantu membuatkan desain dengan konsep custom sesuai kebutuhan dan preferensi Anda sebagai pemilik.

Dengan pengalaman panjang Anda bisa mendapatkan hunian sesuai dengan impian dengan menghubungi 0812-5555-7227 atau sales@scandilux.co.id untuk mengomunikasikan desainnya sekarang.

Desain Rumah Scandinavian Minimalis yang Mementingkan Kenyamanan Namun Fungsional

Untuk menjaga kenyamanan cobalah menggunakan desain rumah scandinavian minimalis yang menggabungkan 2 tema besar yang cukup banyak digunakan. Dengan demikian fungsinya tetap terjaga namun hunian tetap terjaga kenyamanannya sehingga tidak terasa dingin seperti gaya minimalis murni.

Daftar Isi

Tips Agar Desain Rumah Scandinavian Minimalis Tetap Fungsional dan Nyaman

1. Gunakan palet terang dan tenang

Salah satu prinsip yang penting untuk digunakan pada kedua gaya ini adalah ruangan yang terang karena itulah paletnya pun juga menggunakan warna yang bisa memantulkan cahaya. Dengan demikian ruangan yang ada meskipun luasnya tidak terlalu besar tetap kelihatan luas serta memberikan efek yang bersih.

Warna yang bisa membantu Anda mencapainya adalah off-white, abu muda, serta putih yang memang memiliki sifat netral. Kemudian untuk melengkapinya gunakan warna hangat seperti krem, hijau sage, warna kayu supaya paletnya jadi lebih nyaman dan tidak dingin.

Untuk kontrasnya bisa digunakan warna hitam saja namun penggunaannya harus dibatasi pada bingkai jendela saja di bagian exterior sedangkan interior bisa di sebagian kaki furnitur supaya tidak terlalu flat.

2. Tambahkan elemen kayu

Agar mendapatkan perasaan nyaman maka Anda bisa menambahkan elemen kayu baik dalam struktur maupun dalam desain interiornya. Materialnya sendiri bisa bervariasi namun usahakan yang undertonenya lebih netral seperti oak, maple atau pinus yang warnanya menang tidak terlalu gelap.

Untuk struktur bangunan bisa dipasang parquet pada lantainya atau buatlah trim dari kayu di langit-langit yang juga berguna sebagai aksen dalam ruangan. Selain itu serat pada kayu juga akan menambah kaya tekstur yang ada pada ruangan sehingga rasanya jadi lebih hangat meskipun palet utamanya tetap putih.

3. Maksimalkan pencahayaan alami

Salah satu elemen utama yang penting bagi gaya Scandinavian adalah pencahayaan terutama cahaya yang asalnya dari matahari karena lebih alami meskipun lampu tetap digunakan untuk penerangan malam harinya. Karena itulah untuk struktur bangunannya bisa dibuat dengan jendela yang ukurannya lebih extra.

Jika ingin membatasi cahaya yang masuk agar suhu dalam interior tetap terjaga bisa ditambahkan gorden sheer yang sekaligus bisa membantu meningkatkan privasi. Jangan menggunakan gorden yang bahannya sangat tebal supaya cahaya matahari masih tetap bisa masuk menghangatkan ruangan.

Kemudian tambahkan pencahayaan dari lampu minimalis untuk digunakan di malam hari tetapi agar bisa menambah ambiance yang hangat gunakan yang memiliki cahaya jenis warm white.

4. Pilih furnitur yang ukurannya pas dan bodynya ramping

Agar ruangan tidak terasa sesak pilihlah ukuran furniture yang proposional dengan ukuran ruangannya sehingga tidak terasa memenuhi ruangannya. Bodynya pun juga harus diperhatikan jangan yang terlalu besar karena akan kelihatan berat sehingga membebani interior desain rumah scandinavian minimalis

Sebaliknya carilah yang bodynya ramping dan memiliki kaki yang jenjang sehingga Anda bisa melihat lantai yang ada di bawahnya. Ini akan memberikan ilusi ruangan yang lega karena tidak terputus oleh furnitur. 

Namun jangan lupakan juga fungsinya karena salah satu prinsip hunian minimalis adalah menggunakan yang multifungsi sehingga jika memungkinkan cobalah pertimbangkan juga hal tersebut. Jangan menempatkan item apa pun jika tidak ada fungsinya agar justru tidak memenuhi ruangan saja.

5. Berikan dekorasi yang menambah kenyamanan

Inilah yang paling penting untuk dilakukan agar Anda tidak kehilangan kesan scandinaviannya maka hunian harus terasa nyaman digunakan tidak boleh dingin seperti rumah sakit. Karena itulah tambahkan dekorasi yang dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus menambah estetika hunian.

Contohnya bisa menggunakan berbagai bahan kain seperti throw blanket, bantal sofa maupun karpet bulu yang terbuat dari bahan yang lembut. Tekstur yang ada pada bahan tersebut akan memperkaya desain sehingga ruangan jadi lebih punya dimensi. 

Di sudut ruangan Anda bisa meletakkan berbagai tanaman indoor dengan ukuran yang bervariasi seperti fiddle fig, monstera, dan lidah buaya. Dengan demikian interior akan terasa lebih hidup dan pemandangan dalam ruangan pun jadi lebih segar dengan warna hijau yang berasal dari tanaman tersebut.

Inspirasi Palet Warna Untuk Hunian Scandinavian Minimalis

1. Ruang tamu

Sebagai ruangan yang akan menjadi first impression pada tamu yang berkunjung maka gunakanlah palet yang cerah namun tetap harus memiliki undertone yang hangat supaya menjaga keamanannya.

Untuk background gunakan bright white sehingga ruangan terasa lebih segar kemudian berikan aksen dengan penggunaan furniture yang berwarna oak kayu atau abu muda pada kain pelapis sofanya. Sebagai pelengkap gunakan sedikit sentuhan warna hitam pada bingkai foto atau di bagian kaki lampu yang akan membuat ruangan lebih berdefinisi.

2. Ruang keluarga

Sebagai ruangan yang menjadi jantung dalam desain rumah scandinavian minimalis maka harus dibuat senyaman mungkin dengan palet yang lebih hangat. Karena itulah untuk background gunakan warna greige atau grey yang memiliki undertone yang hangat untuk diaplikasikan di dinding.

Sebagai aksennya Anda bisa menggunakan warna terracotta untuk memunculkan kehangatan atau warna muted blue yang lebut dan bisa diaplikasikan pada karpet maupun sofa. Untuk materialnya sendiri jagalah pada bahan yang alami seperti rajutan dengan warna off-white atau furnitur kayu dengan undertone warna madu.

3. Dapur

Untuk ruangan yang satu ini lebih baik menciptakan palet yang dapat membuatnya terkesan bersih karena kehigienisan memang sangat penting. Apalagi karena mamang dapur pada tema Scandinavian harus terasa rapi meskipun fungsinya juga dijaga. 

Untuk kabinet bagian atas Anda bisa menggunakan warna putih supaya tidak menghalagi jarak pandang sehingga ruangan pun akan terlihat tinggi. Untuk aksennya Anda bisa menggunakan warna charcoal atau warna kayu pada bagian cabinet bawah agar ruangan terasa hangat. Bagian backsplash bisa dipasang subway tile yang menggunakan nat yang memiliki warna abu.

4. Kamar tidur

Pemilihan warna sangat penting untuk ruangan ini karena akan mempengaruhi suasana sehingga carilah yang dapat membuat Anda tidur lebih nyenyak. Agar terasa lebih nyaman untuk background gunakan sage green atau dusty blue yang memang bisa membuat Anda merasa lebih rileks. 

Jangan lupa kombinasikan juga dengan warna putih yang bisa diaplikasikan pada gorden serta sprei untuk menjaga kenetralannya. Kemudian untuk memperkaya paletnya gunakan warna beige atau warna kayu lain yang lebih gelap yang bisa diaplikasikan ke bagian headboard sebagai aksen.

5. Kamar Mandi

Buatlah suasana spa rumahan yang tetap hangat namun bersih menggunakan dinding yang warnanya putih. Untuk bagian lantainya bisa menggunakan keramik dengan motif kayu atau jika ada budget lebih gunakan batuan alam berwarna abu. Untuk material besi pilihlah yang warnanya doff atau hitam matte agar menjaga keseimbangan warnanya.

Ternyata menjaga desain rumah Scandinavian minimalis agar nyaman namun juga tetap fungsional cukup mudah asalkan palet yang digunakan tepat. Melalui jasa desain rumah, Scandilux bisa membantu Anda memilihkan warna yang tepat untuk membentuk palet sesuai dengan selera dan kebutuhan penghuni. Hubungi 0812-5555-7227 atau email di sales@scandilux.co.id untuk melakukan konsultasi lebih menyeluruh.

Desain Rumah Scandinavian yang Berkarakter dengan Langkah Tepat!

Saat ini desain rumah Scandinavian memang sedang trend tidak hanya karena estetiknya yang terlihat cantik namun juga gayanya yang bisa diaplikasikan pada semua luasan rumah tanpa khawatir. Namun untuk membuat designnya sendiri tidak bisa sembarangan karena ada beberapa elemen yang harus diperhatikan sehingga bisa mendapatkan karakteristik yang diinginkan.

Daftar Isi

Elemen Desain Rumah Scandinavian agar Hunian Lebih Berkarakter

1. Pemilihan warna

Anda harus merencanakan pemilihan warna yang benar agar paletnya sesuai yang biasanya didominasi warna-warna netral. Untuk finishingnya Anda bisa menggunakan yang muted tones sehingga terasa lebih hangat.

Namun bukan berarti Anda harus menggunakan hanya warna terang saja karena sebenarnya bisa juga menggunakan warna gelap. Kuncinya adalah menggunakan kontras sebagai aksen agar dinding jadi lebih berdimensi dan terkesan lebih modern.

Sebagai contoh jika Anda memilih warna off-white sebagai dasarnya maka untuk kontras warnanya bisa memilih hijau sage, warna natural kayu, dsb. Namun jika mau terlihat lebih elegan maka warna dasarnya bisa abu atau hitam dengan kontras berwarna putih untuk menyeimbangkan.

2. Tambahkan lapisan kayu pada fasad

Untuk menambahkan karakter pada fasad maka Anda bisa menambahkan lapisan kayu yang juga bisa menghadirkan kehangatan pada dingin. Gunakan pola garis pada area tertentu sebagai focal pointnya misalnya di area balkon agar terlihat lebih mencolok.

Jika Anda mau menggunakan kayu asli maka wajib diberi lapisan agar bisa lebih tahan terhadap iklim yang ada. Alternatif lainnya adalah menggunakan WPC yang memang sudah didesain khusus sehingga Anda tidak perlu terlalu khawatir soal perawatannya.

3. Gunakan atap pelana

Agar desain rumah Scandinavian tampak lebih modern Anda bisa menggunakan atap pelana yang polos jadi tidak perlu diberi ornamen apa pun. Tidak perlu menggunakan lisplang yang berukir dan lebarnya bisa standar saja sudah cukup supaya terlihat minimalis.

Untuk gentengnya sendiri bisa dipilih yang model flat sehingga genteng bergelombang harus dihindari. Warnanya sendiri bisa disesuaikan dengan exterior rumah tetapi kebanyakan menggunakan abu gelap atau langsung saja warna hitam agar mendapatkan kesan Industrialnya.

4. Desain langit-langit yang tinggi

Untuk interior sangat penting bahwa ruangan terasa lebih lega dan salah satu cara untuk bisa mendapatkan hal itu adalah dengan meninggikan langit-langitnya. Apalagi jika Anda menggunakan atap pelana maka cobalah membuat exposed ceiling sehingga ketinggian langit-langit bisa mengikuti kemiringan dari atapnya.

Untuk warnanya bisa memilih yang netral saja gar cahaya bisa memantul semurna sehingga ruangan terasa lebih luas. Agar terasa lebih berkarakter Anda bisa menambahkan balok kayu palsu sebagai aksen yang dibuat melintang sehingga terlihat modern tetapi tetap terasa kehangatannya.

5. Buat jendela yang berukuran extra

Salah satu kunci utama gaya Scandinavian adalah pencahayaan alami yang banyak sehingga Anda harus membuat jendela yang berukuran extra besar. Tetapi jangan sembarangan karena estetikanya juga harus tercapai agar karakter rumah lebih kental lagi.

Caranya adalah menggunakan bingkai dengan garis yang tegas namun tetap harus kelihatan minimalis sehingga pilihlah yang framenya berjenis slim. Untuk bahannya bisa menggunakan aluminium agar tahan cuaca dan warnanya bisa dibuat kontras dari dinding agar mencolok.

6. Perhatikan desain taman

Sebagai pelengkap lanskap taman juga harus diperhatikan namun cobalah membuatnya sesimple mungkin untuk meminimalisir biaya perawatannya. Pilihlah tanaman yang bentuknya terstruktur seperti cemara, kaktus maupun pinus dan hindari tumbuhan yang berbunga warna-warni supaya tidak terlihat ramai.

Untuk memudahkan akses buatlah jalan setapak yang diberi kerikil atau batuan sebagai penanda. Pilih yang berwarna kontras misalnya batuan berwarna gelap dengan kerikil putih dan gunakan batuan alam agar kesan alaminya bisa didapatkan.

Tips Mendesain Interior Rumah Scandinavian

1. Ciptakan open Space

Karakter utama dalam interior desain rumah Scandinavian adalah tanpa batas sehingga Anda harus bisa menciptakan layout yang terbuka. Jangan gunakan tembok sebagai sekat permanen tetapi lebih baik gunakan saja rak buku atau item penyekat yang bisa dipindahkan kapan saja.

Agar ada kejelasan penggunaan setiap ruangan Anda bisa membaginya menjadi beberapa zona dengan menggunakan karpet sebagai penandanya. Jadi furnitur bisa diletakkan sesuai zonanya sehingga ada jalan yang cukup antar zona agar pergerakkan dapat terjaga.

2. Gunakan furnitur multifungsi

Meskipun ruangan cukup luas bukan berarti Anda bisa mengisinya dengan furnitur banyak yang justru akan membuatnya terlihat sesak. Untuk menjaga kelegaan ruangan lebih baik menggunakan furnitur multifungsi sehingga tidak memakan terlalu banyak space.

Gunakan furnitur seperlunya saja dan pilihlah yang memiliki gaya sesuai seperti kaki jengki dan almari yang tidak menempel langsung ke lantai. Untuk materialnya lebih baik gunakan yang berbahan alami seperti kayu, linen, dsb dengan finishing muted agar tidak mengkilap.

3. Tambahkan dekorasi

Untuk menjaga agar ruangan tidak terlihat membosankan karena terlalu banyak warna yang netral maka Anda bisa menambahkan tekstur melalui dekorasi yang digunakan. Tekstur berbeda bisa didapatkan dari penggunaan fabric dalam ruangan dalam bentuk karpet, bantal atau selimut. 

Sebagai penyeimbang Anda juga bisa menggunakan tutup lampu yang terbuat dari bahan alami seperti rotan yang memiliki tekstur berbeda dari kayu yang mulus. Beberapa keranjang anyaman juga bisa ditambahkan sebagai tempat penyimpanan yang membantu mengorganisir item agar ruangan terlihat lebih rapi.

4. Dekorasi dinding seperlunya

Jangan lupakan space vertical pun tetap harus didekorasi meskipun pelaksanaannya tidak boleh berlebihan agar tidak terlalu ramai. Anda masih boleh membuat gallery wall tetapi usahakan bingkai fotonya yang berukuran tipis saja agar dapat ngeblend dengan baik ke dinding.

Tambahkan item lain seperti cermin berukuran besar yang sekaligus bisa memantulkan cahaya serta memberikan kesan ruangan yang luas. Pasang beberapa floating shelf di tempat strategis untuk menaruh beberapa dekorasi kecil sebagai aksen.

5. Atur pencahayaan dengan baik

Dengan mengatur pencahayaan maka Anda bisa menciptakan kesan rumah Scandinavian yang paling diinginkan banyak orang yaitu luas dan hangat. Tetapi jangan hanya menggunakan satu lampu saja di tengah plafon tetapi kombinasikan beberapa lambu sekaligus.

Di plafon Anda bisa memasang pendant light dengan desain minimalis untuk menerangi area tertentu seperti meja makan yang memang memerlukan pencahayaan langsung. Kemudian di ruangan keluarga bisa ditambahkan floor light yang cukup untuk membaca namun tetap menjaga kesan hangat dalam ruangan.

Dengan memperhatikan semua elemen yang ada baik exterior maupun interiornya Anda bisa menciptakan desain rumah Scandinavian yang lebih berkarakter. Tentu saja pembangunannya juga akan menentukan kualitas yang Anda dapatkan jadi pastikan untuk menggunakan kontraktor yang tepat. 

Scandilux adalah spesialis Jasa Desain Rumah dan konstruksi yang berpengalaman dalam mewujudkan hunian bergaya Scandinavian maupun Japandi. Setiap desain dirancang secara personal agar karakter rumah benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup pemiliknya. Untuk berkonsultasi, Anda dapat menghubungi 0812-5555-7227 atau email sales@scandilux.co.id dan sampaikan konsep rumah impian yang Anda inginkan.

Mengenal Desain Interior Japandi yang Mengedepankan Kesederhanaan Tetapi Estetik 

Desain interior Japandi mulai dilirik masyarakat karena mengedepankan kesederhanaan tetapi tetap terlihat estetik sehingga cocok untuk rumah yang tidak terlalu luas. Gaya yang identik dengan konsep rumah japandi ini merupakan perpaduan antara desain Jepang dan Skandinavia, sehingga dapat diaplikasikan pada berbagai ruangan di hunian Anda.

Daftar Isi

Gunakan Cara Ini Untuk Ciptakan Desain Interior Japandi Agar Hunian Terlihat Estetik

1. Menggunakan pajangan hiasan kayu

Untuk memberikan kesan alami di dalam ruangan tidak selamanya menggunakan tanaman tetapi bisa memanfaatkan pajangan hiasan yang terbuat dari kayu. Pajangan hiasan ini bisa berupa vas kayu untuk meletakkan tanaman hias atau cermin bulat dengan bingkai kayu yang tampilannya estetik tetapi sederhana.

2. Menggunakan set meja makan minimalis

Beberapa rumah gaya Japandi bagian ruang makan dan ruang keluarga disatukan sehingga disarankan menggunakan furnitur yang minimalis seperti set meja makan yang harus terbuat dari kayu agar memberikan sentuhan alami. Pilihlah kursi makan yang sudah dilengkapi busa pada dudukannya agar nyaman. 

3. Menambahkan lampu estetik

Tips desain interior Japandi adalah menggunakan lampu estetik karena dalam gaya ini pencahayaan harus maksimal. Dengan cahaya yang maksimal maka tampilan ruangan terlihat rapi dan luas walaupun ukurannya sempit. Supaya Anda bisa tetap melihat dengan jelas di petang hari maka cobalah menggunakan lampu yang bisa dipasang di bagian lantai atau yang digantung.

Namun pilihlah bentuk lampu yang estetik sehingga memberikan dekorasi tambahan di ruangan tanpa harus menambahkan hiasan. Apalagi dalam gaya ini disarankan tidak menggunakan hiasan dan furnitur secara berlebihan untuk mempertahankan konsep minimalis.

4. Memilih furnitur yang fungsional

Agar hunain bisa digunakan dengan baik meskipun sederhana maka Anda harus memilih furnitur secara hati-hati. Pastikan untuk hanya menggunakan furnitur yang fungsional sehingga penggunaan space jadi lebih maksimal. Anda juga bisa mengaplikasikan furnitur multifungsi apalagi jika ruangan yang dimiliki terbatas sehingga lebih hemat budget. Contohnya Anda bisa menggunakan rak buku untuk dijadikan sekat antar ruangan atau memilih sofa dengan tempat penyimpanan di bagian dalam. Dengan demikian Anda bisa memanfaatkan furnitur tersebut untuk beberapa fungsi yang berbeda sekaligus.

5. Menggunakan warna netral

Pemilihan warna tidak boleh sembarangan di mana gaya Japandi selalu menggunakan warna dengan kesan yang netral dan earthy untuk memberikan tampilan alami dan estetik. Warna jenis ini juga menciptakan suasana menenangkan sehingga saat berada di ruangan terasa rileks  dan bisa dipadukan dengan jenis warna lain. 

Warna tersebut dapat memberikan efek ruangan terlihat luas karena mudah memantulkan cahaya, apalagi dalam gaya Japandi diwajibkan menggunakan jendela lebar untuk mengoptimalkan pencahayaan alami. Walaupun luas ruangan terbatas maka gaya Japandi bisa menciptakan ilusi lapang dan terlihat lebih besar.

6. Menerapkan pendekatan sederhana

Desain interior Japandi bagus harus menggunakan pendekatan sederhana sehingga Anda tidak boleh menggunakan furnitur dan dekorasi secara berlebihan. Hal tersebut bisa membuat ruangan menjadi sesak, padahal ruangan tetap bisa terlihat menarik walaupun minim dekorasi. 

Apalagi tidak mudah untuk memadukan antara furnitur dengan dekorasi agar terlihat seimbang jika jumlahnya sudah banyak. Jadi utamakan menggunakan furnitur yang bisa dimanfaatkan sebagai dekorasi sehingga tidak kesulitan untuk memanfaatkan dan meletakkannya di dalam ruangan.

7. Menggunakan material berkualitas

Desain Japandi yang sederhana membuat gaya ini tidak pernah ketinggalan zaman sehingga disarankan untuk menggunakan furniture dari bahan yang berkualitas. Apalagi ada banyak material alami yang bisa bertahan lama mulai dari oak, ash, dan walnut di mana harganya sesuai dengan kualitas yang ditawarkan.

Apa Yang Harus Diperhatikan Saat Menciptakan Gaya Japandi?

1. Sederhana

Jika ingin menciptakan desain interior Japandi maka harus sederhana dengan lebih mengutamakan fungsi dari setiap benda yang ada di dalam ruangan serta menghilangkan elemen dekoratif. Jadi perabotan yang digunakan harus memiliki fungsi yang jelas di mana tidak hanya sekedar penghias ruangan.

Tentunya furnitur yang digunakan harus mengutamakan kualitas di mana dapat bertahan lama dengan desain yang menarik.  Apalagi gaya interior ini tidak hanya cocok pada rumah kecil tetapi rumah mewah sekalipun karena membuat ruangan terlihat rapi. 

2. Elemen alami

Agar ruangan terlihat segar dan lebih hidup maka harus menambahkan elemen alami di dalam ruangan yang terbuat dari kayu, batu, atau bambu. Jadi furniture yang digunakan harus terbuat dari kayu karena bisa menciptakan tekstur sehingga ruangan terlihat bagus dan tidak terlalu biasa 

3. Fungsionalitas dan kualitas

Anda harus memilih furnitur yang jelas fungsinya dan tidak hanya sekedar menjadi hiasan karena akan membuat ruangan menjadi penuh. Lebih baik jika satu furnitur bisa memiliki beberapa fungsi sehingga membantu untuk berhemat ruang dan biaya. 

Pastikan juga furnitur yang dipilih memiliki desain yang sederhana sehingga mudah dibersihkan namun tetap memiliki kualitas bagus. Furnitur yang seperti ini bisa mengurangi risiko kerusakan sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan biaya berlebihan untuk mengganti atau memperbaikinya.

4. Warna netral

Penggunaan warna dalam gaya ini tidak boleh sembarangan karena Anda harus menggunakan yang berkesan netral. Gunakanlah palet yang menggabungkan putih, abu-abu, cream serta berbagai tone pastel yang lembut. Penggunaan warna ini bisa membuat suasana tenang tetapi tetap terlihat menarik di mata dan dilarang keras menggunakan warna cerah. 

Mengapa Anda Harus Menggunakan Gaya Japandi di Hunian?

1. Menciptakan ruang yang dekat dengan alam

Dengan menggunakan gaya ini maka bisa mendapatkan ruangan yang dekat dengan alam karena kehadiran tanaman hijau dan penggunaan bahan alami dari kayu. Apalagi biasanya hunian dengan gaya ini memiliki jendela besar sehingga setiap ruangan yang ada akan terlihat sangat terang di siang hari.

Ditambah lagi penggunaan warna netral pada cat dinding bisa membuat ruangan terlihat terang saat siang hari. Kondisi ini bisa membantu untuk menghemat biaya listrik karena pada siang hari penerangan bisa didapat dari sinar matahari sehingga tidak menggunakan lampu.

2. Menciptakan suasana nyaman

Warna merupakan elemen penting dalam desain karena mampu mempengaruhi suasana hati dan perilaku seseorang. Apalagi dalam gaya ini mengutamakan penggunaan warna yang netral dan natural sehingga membuat suasana di dalam ruangan menjadi tenang dan menimbulkan kenyamanan. 

Tentunya tampilan ruangan semakin sempurna dengan menambahkan tanaman hijau di dalam sehingga suasana alaminya semakin terasa dan seperti berada di luar ruangan. Apalagi warna natural seperti ini sangat cocok untuk daerah beriklim tropis seperti Indonesia sehingga wajib diaplikasikan di rumah.

3. Minim perawatan

Jika memiliki waktu yang terbatas maka gaya Japandi adalah solusi karena tidak membutuhkan banyak waktu untuk merawat furnitur. Apalagi dalam gaya ini furnitur yang digunakan sangat terbatas karena mengutamakan fungsinya sehingga tidak membuang banyak tenaga dan bisa fokus saat membersihkannya. 

Apalagi furnitur dari bahan kayu mudah untuk merawatnya karena hanya perlu membersihkannya secara teratur agar tidak terjadi penumpukan kotoran dan debu. Ditambah lagi furnitur tidak boleh terkena sinar matahari langsung karena bisa membuat warnanya menjadi memudar dan bisa retak.

Gaya Japandi menjadi pilihan tepat bagi pemilik hunian dengan keterbatasan ruang karena mampu menghadirkan kesan lega dan fungsional. Untuk mewujudkannya secara optimal, percayakan pada jasa desain interior rumah dari Scandilux. Anda dapat menghubungi kami di 0812-5555-7227 atau melalui email sales@scandilux.co.id untuk konsultasi lebih lanjut.

Biaya Renovasi Rumah 1 Lantai

Biaya Renovasi Rumah 1 Lantai Gaya Scandinavian 

Berapa biaya renovasi rumah 1 lantai kategori ringan hingga menengah dan total perlu Anda ketahui sebelum eksekusi. Biaya bisa berbeda-beda menurut kebutuhan Anda dan salah perhitungan sedikit saja mampu memengaruhi waktu pengerjaan renovasi. Maka sebagai gambaran untuk menyiapkan anggaran yang matang, berikut perhitungan kasarnya.

Daftar Isi

Berapa Perkiraan Biaya Renovasi Rumah 1 Lantai Model Scandinavian?

Biaya untuk merenovasi rumah 1 lantai tidak selalu murah, hal ini tergantung dari seberapa ringan atau berat renovasi tersebut. Jika Anda hanya ingin meningkatkan visual tanpa mengubah struktur hunian, maka tentu biaya yang perlu disiapkan lebih kecil. Sedangkan untuk renovasi total dan finishing Scandinavian tinggi, Anda perlu merencanakan biaya besar.

Tingkat Renovasi Estimasi Biaya
Renovasi ringan (fokus pada kosmetik seperti perbaikan kecil dan pengecatan ulang) Rp 1.500.000-3.000.000
Renovasi sedang (mendesain ulang interior dan termasuk mengubah layout hingga lantai dan plafon) Rp 3.000.000-4.500.000
Renovasi total dan finishing desain khusus (gaya Scandinavian berdetail tinggi) Rp 4.500.000-8.000.000 lebih

Angka tersebut bukan patokan dan hanya perkiraan umum yang sudah mencakup material standar serta upah kontraktor/jasa borongan per m2. Biaya bervariasi tergantung di mana lokasi rumah hendak direnovasi serta melihat juga reputasi dan pengalaman arsitek/kontraktor. Termasuk apakah Anda perlu tambah biaya desain dan furniture premium.

Sebagai gambaran lebih jelas, mari buat simulasi biaya renovasi rumah 1 lantai gaya Scandinavian dengan asumsi luas 90 m2. Anggap rumah ini berada di kota besar dan tingkat renovasi yang Anda rencanakan adalah sedang hingga detail tinggi. Memerhatikan simulasi berikut akan memudahkan Anda memahami perkiraan biaya yang perlu disiapkan.

Komponen Anggaran Rincian per Meter Subtotal
Struktur dan pembongkaran Rp 500.000 per m2 Rp 45.000.000
Dinding dan plester Rp 350.000 per m2 Rp 31.500.000
Atap dan rangka Rp 400.000 per m2 Rp 36.000.000
Lantai keramik Rp 250.000 per m2 Rp 22.500.000
Plafon gypsum Rp 125.000 per m2 Rp 11.250.000
Cat dan finishing Rp 175.000 per m2 Rp 15.750.000
MEP (instalasi listrik dan air) Rp 200.000 per m2 Rp 18.000.000
Biaya desain arsitek dan interior Flat rate Rp 15.000.000
Dana cadangan 10% Rp 19.200.000
Total estimasi Rp 214.200.000

Jika Anda ingin tahu berapa kira-kira pengeluaran untuk renovasi rumah Scandinavian 1 lantai berdasarkan luasnya, maka berikut tabelnya.

Luas Rumah Renovasi Ringan Renovasi Sedang Renovasi Berat
36 m2 Rp 54-90 juta Rp 90-144 juta Rp 144-216 juta
60 m2 Rp 90-150 juta Rp 150-240 juta Rp 240-360 juta
90 m2 Rp 135-225 juta Rp 225-360 juta Rp 360-540 juta
120 m2 Rp 180-300 juta Rp 300-480 juta Rp 480-720 juta
150 m2 Rp 225-375 juta Rp 375-600 juta Rp 600-900 juta

Hal-hal Krusial yang Menentukan Mahal Murahnya Renovasi Rumah Scandinavian

1. Kategori atau Skala Renovasi

Biaya renovasi rumah 1 lantai total atau berat jelas lebih mahal daripada renovasi ringan yang mementingkan kosmetik dan bukan struktur. Kosmetik artinya Anda hanya memerhatikan perubahan cat serta lantai atau perbaikan ringan lainnya. Sedangkan renovasi struktural dan besar membutuhkan material lebih banyak dan penataan ulang layout yang lebih mahal.

2. Luas Bagian/Ruang yang Direnovasi

Jika Anda mempertimbangkan renovasi total, maka luas bangunan keseluruhan memengaruhi biaya akhir. Sedangkan untuk renovasi sebagian, hanya luas area yang direnovasi yang diperhitungkan untuk mengetahui total biaya. Semakin besar area yang direnovasi, Anda perlu siapkan budget lebih besar karena waktu dan tenaga serta material lebih banyak.

3. Penggunaan Jasa Arsitek dan Desainer Interior

Daripada mengerjakan sendiri, mengandalkan jasa arsitek dan desainer interior akan memudahkan dan mempercepat renovasi rumah. Jasa salah satu atau keduanya mampu memastikan apakah gaya Scandinavian sudah tepat untuk hasil sesuai ekspektasi Anda. Hanya saja Anda tentu perlu merencanakan budget untuk membayar jasa mereka.

4. Kompleksitas Desain

Semakin rumit desain yang Anda minta untuk renovasi hunian dan semakin detail, tidak heran jika biaya semakin besar. Arsitek atau desainer interior mampu mengerjakan detail desain dan presisi yang tinggi, namun untuk hasil yang baik tentu ada harganya. Dan semakin sulit desain yang perlu dikerjakan, artinya membutuhkan tenaga dan waktu lebih.

5. Penggunaan Jasa Kontraktor

Biaya renovasi rumah 1 lantai Scandinavian berbeda-beda difaktori pula oleh jasa kontraktor dan tukang yang Anda percaya. Hal seperti upah harian atau borongan hingga reputasi dari jasa kontraktor tersebut sangat berpengaruh pada tinggi rendahnya tarif. Reputasi yang bagus dan jam terbang yang tinggi tentu membuat keahlian kontraktor tidak diragukan.

6. Jenis dan Kualitas Material

Jika Anda memilih jenis dan kualitas material standar, maka harganya pun tidak akan terlalu tinggi. Sementara pemilihan material premium seperti kayu terang untuk lantai khas gaya Scandinavian tentu lebih mahal. Begitu pula material premium untuk jendela besar ditambah dengan bahan untuk pencahayaan tersembunyi membutuhkan biaya besar.

7. Mudah Tidaknya Akses Menuju Lokasi

Sulit tidaknya untuk mencapai lokasi rumah yang hendak direnovasi ikut berpengaruh pada besaran biaya yang Anda harus bayarkan. Akses yang sulit biasanya seperti jalan yang sempit dengan medan yang cukup susah untuk dilewati kendaraan biasa. Hal ini otomatis berpotensi menghambat pengiriman material maupun waktu kerja sehingga biaya meningkat.

8. Perizinan dan Regulasi

Untuk renovasi besar biasanya membutuhkan proses pengajuan izin bangunan dan biaya administratif untuk hal tersebut. Renovasi besar yang dimaksud adalah seperti perubahan struktur yang mengharuskan mengubah layout serta membongkar dinding. Namun umumnya jasa kontraktor profesional bersedia mengurus dan biaya sudah termasuk dalam RAB.

9. Sistem Listrik

Rincian biaya renovasi rumah 1 lantai seringkali termasuk upgrade sistem listrik sehingga Anda harus bayar lebih mahal. Penambahan sistem pencahayaan khusus hingga instalasi HVAC atau ventilasi modern juga berpengaruh pada tinggi rendahnya tarif. Terlebih renovasi rumah dengan instalasi sistem smart home, Anda perlu merencanakan budget lebih besar.

10. Dana Cadangan untuk Perubahan Mendadak di Lapangan

Walau sudah direncanakan sebaik dan sematang mungkin, tetap terdapat beberapa hal yang bisa secara tiba-tiba terjadi. Entah harga material yang naik atau bahkan perubahan desain minor, Anda perlu siap dana cadangan untuk mengatasinya. Dana yang dimaksud adalah sekitar 10-20% dari total biaya bangun dan hal ini ikut memengaruhi biaya renovasi keseluruhan.

Cari Jasa Renovasi Rumah Terpercaya dan Berpengalaman? Scandilux Solusinya!

Proses renovasi rumah 1 lantai untuk gaya Scandinavian tidak akan terasa merepotkan jika Anda bekerja sama dengan Jasa Renovasi Rumah dari Scandilux. Kebutuhan renovasi setiap rumah tentu berbeda dan tidak dapat disamaratakan, namun tim kami siap membantu merancang solusi yang sesuai dengan kondisi bangunan, kebutuhan ruang, dan anggaran yang Anda miliki. Renovasi yang rapi, fungsional, dan tetap hemat biaya bukanlah hal yang mustahil bersama Scandilux.

Kalau ingin tahu berapa estimasi biaya renovasi rumah 1 lantai ala Scandinavian, hubungi Scandilux saja di 0812-5555-7227. Konsultasi langsung secara gratis lebih efektif daripada Anda hanya menebak dan berakhir salah memperhitungkan budget. Kami menjamin layanan profesional dan komunikatif sehingga budget oke dan hasil sesuai harapan.

1 2 3 5