Anda perlu mulai memikirkan biaya jasa arsitek untuk renovasi rumah, termasuk memahami biaya jasa arsitek rumah yang sesuai dengan konsep open space. Karena sedang naik daun, jasa arsitek bisa saja menawarkan tarif tinggi untuk konsep ini walaupun tarif arsitek sangat beragam. Agar Anda bisa menyiapkan budget tanpa kurang maupun kelebihan, berikut gambaran kasar perhitungannya.
Daftar Isi
Perhitungan Biaya Jasa Arsitek untuk Renovasi Rumah Open Space
Mungkin Anda awalnya hanya ingin membuat bagian dalam rumah lebih lapang, tapi selalu ada peluang untuk menjadikannya open space. Walau terkesan sederhana, perhitungan desain dan teknis harus dilakukan secara matang dan Anda membutuhkan arsitek dalam hal ini. Berikut adalah patokan tarif secara umum yang arsitek pasang untuk renovasi open space.
| Metode/Layanan | Estimasi Biaya |
| Renovasi rumah pada umumnya (bukan versi desain lengkap) | Rp 120.000-300.000 per m2 |
| Renovasi rumah dengan tingkat kompleksitas standar hingga menengah | Rp 100.000-300.000 per m2 |
| Layanan desain disertai RAB dan gambar kerja lengkap maupun koordinasi (paket lengkap) | Rp 90.000-170.000 per m2 |
| Metode perhitungan menggunakan persentase dari seluruh RAB | 5-15% dari total biaya pembangunan |
| Konsultasi dan konsep desain awal | Rp 50.000-150.000 per m2 |
| Gambar kerja dan denah ditambah dokumen teknis | Rp 100.000-300.000 per m2 |
| Desain interior dan tata ruang (layanan ini biasanya opsional) | Rp 80.000-200.000 per m2 |
| Pengawasan lapangan atau supervisi proyek renovasi dari awal sampai akhir | Rp 25.000-75.000 per m2 |
| Paket desain dan pengawasan sekaligus dokumentasi lengkap | Rp 150.000-250.000 per m2 |
Agar lebih mudah memahami, mari asumsikan renovasi rumah seluas 100 m2 dengan biaya renovasi Rp 4.000.000 per m2. Maka total biaya proyek renovasi mencapai Rp 40.000.000 dengan jenis layanan arsitek meliputi desain dan gambar kerja lengkap. Lalu biasanya sudah mencakup juga RAB dan konsultasi renovasi keseluruhan, berikut perhitungannya.
- Metode per m2
Ambil contoh tarif arsitek adalah Rp 120.000-300.000 per m2, dan jika luas rumah 100 m2 kalikan keduanya. 100 x 120.000 = Rp 12.000.000, lalu lanjutkan dengan 100 x 12.000.000 = Rp 30.000.000. Dengan demikian, Rp 30.000.000 merupakan biaya arsitek yang Anda perlu siapkan dan bayarkan sesuai layanan.
- Metode Persentase dari Seluruh Biaya Renovasi
Total biaya jasa arsitek untuk renovasi rumah juga bisa diperoleh melalui metode perhitungan persentase dari biaya total renovasi. Ambil contoh total biaya renovasi rumah Anda adalah Rp 500.000.000 dan tarif arsitek adalah 5%. Maka 5% x 500.000.000 = Rp 25.000.000, inilah biaya arsitek yang Anda perlu bayarkan atau setidaknya siapkan.
Kesimpulannya, jika digabungkan rincian biaya arsitek dan renovasi bangunan maka hasilnya Rp 412-430 juta untuk metode perhitungan per m2. Sementara untuk metode persentase akan menghasilkan Rp 420-440 juta di mana semua tergantung tarif arsitek dan kompleksitas. Beberapa faktor berikut juga ikut memengaruhi biaya arsitek tinggi atau rendah:
- Kondisi struktur bangunan lama
- Spesifikasi yang Anda minta untuk konsep desain
- Jenis dan kualitas material
- Revisi desain
- Finishing tinggi atau biasa
- Elemen tambahan (biasanya meliputi desain interior dan furniture hingga instalasi kelistrikan atau plumbing)
Mengenal Apa Saja Perbedaan Renovasi Mayor dan Minor
1. Ruang Lingkup dan Skala
Biaya jasa arsitek untuk renovasi rumah skala kecil biasanya lebih rendah karena hanya mengubah sebagian area saja. Fokusnya pun pada perubahan kosmetik atau tampilan interior/eksterior, sedangkan skala besar meliputi perubahan di banyak area. Bahkan ada yang merencanakan renovasi total atau seluruh rumah dan mengubah tata ruang dasar.
2. Tujuan Perubahan
Pada renovasi minor, biasanya Anda hanya perlu fokus pada tampilan atau estetika, membuat eksterior atau interior tampak lebih baik. Jika ada fungsi yang diubah pun biasanya tidak berat dan cenderung ringan. Sementara renovasi mayor umumnya berkonsentrasi pada pengubahan struktur hingga tata ruang, bahkan tidak jarang fungsi ruang ikut berubah.
3. Skop Pekerjaan
Pada pengerjaan renovasi minor, biasanya hanya perlu mengecat ulang dinding atau mengganti lantai/keramik/vinyl maupun sistem pencahayaan. Mengganti furniture dan wallpaper hingga kitchen set pun termasuk renovasi kecil, sedangkan renovasi besar biasanya harus membongkar dinding. Memperluas ruangan seperti open space juga merupakan renovasi mayor.
4. Durasi Pengerjaan
Renovasi berskala kecil tentu membutuhkan waktu yang lebih sedikit daripada renovasi mayor, pengerjaan hanya membutuhkan beberapa hari atau minggu. Sementara untuk durasi pengerjaan renovasi berskala besar memerlukan waktu lebih lama karena banyaknya detail yang digarap dan diperhatikan. Renovasi mayor biasanya sampai beberapa minggu atau bulan.
5. Perkiraan Biaya
Kisaran biaya jasa arsitek untuk renovasi rumah minor biasanya lebih terjangkau alias lebih ramah untuk anggaran Anda. Pekerjaan lebih ringan sehingga tidak membutuhkan banyak komponen maupun detail ditambah kompleksitasnya rendah. Sedangkan renovasi mayor dari biaya lebih mahal karena perubahannya besar dan memerlukan finishing lengkap.
6. Perizinan atau Legalitas
Hanya renovasi dan bukan membangun rumah baru apakah tetap membutuhkan perizinan dan legalitas? Untuk kasus renovasi skala kecil alias minor, perizinan tidak terlalu diperlukan karena strukturnya tidak ada yang diubah. Namun jika Anda memutuskan melakukan perubahan besar pada bangunan seperti merombak struktur, izin dan dokumen resmi sangat penting.
7. Risiko Terjadinya Komplikasi
Pengerjaan renovasi minor lebih sedikit dan berkompleksitas rendah sehingga risiko terjadinya kesalahan sangat kecil karena mudah dikontrol. Sedangkan renovasi mayor memiliki risiko komplikasi pada proyek lebih tinggi disebabkan banyaknya detail yang harus diperhatikan. Pengawasan harus ketat khususnya pada masalah teknis dan instalasi listrik/pipa.
8. Peningkatan Nilai Properti
Dengan sedikit perubahan, penambahan nilai properti mungkin tidak terlalu signifikan namun tetap dapat memberi perubahan visual dan kenyamanan. Renovasi skala kecil tetap dapat meningkatkan perhatian calon pembeli rumah jika ingin menjual cepat. Sementara renovasi mayor menambah nilai properti signifikan karena fungsi berubah jauh lebih baik.
9. Perubahan Fungsi Ruang
Estimasi biaya jasa arsitek untuk renovasi rumah berskala kecil tidak terlalu mahal karena tidak mengubah fungsi ruang. Sementara renovasi rumah bersifat mayor, biaya lebih tinggi karena fungsi ruang biasanya dapat berubah. Salah satunya adalah ketika Anda ingin merealisasikan konsep open space yang menggabungkan dapur dan ruang makan dan ruang tamu.
Ingin Renovasi Rumah Berkonsep Open Space? Serahkan pada Scandilux!
Renovasi rumah menjadi urusan yang bisa cukup ribet jika Anda paksakan untuk membereskannya sendiri dari awal sampai akhir. Kenapa tidak memercayakan proyek ini kepada Jasa Arsitek Rumah agar rencana dan eksekusi renovasi rumah open space berjalan dengan aman? Tim kami berpengalaman dan paling memahami alur kerja hingga biaya yang sesuai.
Soal biaya jasa arsitek untuk renovasi rumah konsep apa saja tidak perlu bingung lagi, konsultasikan dengan Scandilux di 0812-5555-7227. Kami siap bantu hitung biaya jasa dan RAB secara transparan dan membuatkan konsep terbaik. Dijamin rumah akan lebih lapang dan terang tanpa harus overbudget, jadi diskusikan dengan tim kami sekarang.
How useful was this post?
Click on a star to rate it!
Average rating 0 / 5. Vote count: 0
No votes so far! Be the first to rate this post.
We are sorry that this post was not useful for you!
Let us improve this post!
Tell us how we can improve this post?
