Kisaran Biaya Jasa Arsitek Untuk Renovasi Rumah Berkonsep Open Space

Anda perlu mulai memikirkan biaya jasa arsitek untuk renovasi rumah, termasuk memahami biaya jasa arsitek rumah yang sesuai dengan konsep open space. Karena sedang naik daun, jasa arsitek bisa saja menawarkan tarif tinggi untuk konsep ini walaupun tarif arsitek sangat beragam. Agar Anda bisa menyiapkan budget tanpa kurang maupun kelebihan, berikut gambaran kasar perhitungannya.

Daftar Isi

Perhitungan Biaya Jasa Arsitek untuk Renovasi Rumah Open Space

Mungkin Anda awalnya hanya ingin membuat bagian dalam rumah lebih lapang, tapi selalu ada peluang untuk menjadikannya open space. Walau terkesan sederhana, perhitungan desain dan teknis harus dilakukan secara matang dan Anda membutuhkan arsitek dalam hal ini. Berikut adalah patokan tarif secara umum yang arsitek pasang untuk renovasi open space.

Metode/Layanan Estimasi Biaya
Renovasi rumah pada umumnya (bukan versi desain lengkap) Rp 120.000-300.000 per m2
Renovasi rumah dengan tingkat kompleksitas standar hingga menengah Rp 100.000-300.000 per m2
Layanan desain disertai RAB dan gambar kerja lengkap maupun koordinasi (paket lengkap) Rp 90.000-170.000 per m2
Metode perhitungan menggunakan persentase dari seluruh RAB 5-15% dari total biaya pembangunan
Konsultasi dan konsep desain awal Rp 50.000-150.000 per m2
Gambar kerja dan denah ditambah dokumen teknis Rp 100.000-300.000 per m2
Desain interior dan tata ruang (layanan ini biasanya opsional) Rp 80.000-200.000 per m2
Pengawasan lapangan atau supervisi proyek renovasi dari awal sampai akhir Rp 25.000-75.000 per m2
Paket desain dan pengawasan sekaligus dokumentasi lengkap Rp 150.000-250.000 per m2

Agar lebih mudah memahami, mari asumsikan renovasi rumah seluas 100 m2 dengan biaya renovasi Rp 4.000.000 per m2. Maka total biaya proyek renovasi mencapai Rp 40.000.000 dengan jenis layanan arsitek meliputi desain dan gambar kerja lengkap. Lalu biasanya sudah mencakup juga RAB dan konsultasi renovasi keseluruhan, berikut perhitungannya.

  • Metode per m2

Ambil contoh tarif arsitek adalah Rp 120.000-300.000 per m2, dan jika luas rumah 100 m2 kalikan keduanya. 100 x 120.000 = Rp 12.000.000, lalu lanjutkan dengan 100 x 12.000.000 = Rp 30.000.000. Dengan demikian, Rp 30.000.000 merupakan biaya arsitek yang Anda perlu siapkan dan bayarkan sesuai layanan.

  • Metode Persentase dari Seluruh Biaya Renovasi

Total biaya jasa arsitek untuk renovasi rumah juga bisa diperoleh melalui metode perhitungan persentase dari biaya total renovasi. Ambil contoh total biaya renovasi rumah Anda adalah Rp 500.000.000 dan tarif arsitek adalah 5%. Maka 5% x 500.000.000 = Rp 25.000.000, inilah biaya arsitek yang Anda perlu bayarkan atau setidaknya siapkan.

Kesimpulannya, jika digabungkan rincian biaya arsitek dan renovasi bangunan maka hasilnya Rp 412-430 juta untuk metode perhitungan per m2. Sementara untuk metode persentase akan menghasilkan Rp 420-440 juta di mana semua tergantung tarif arsitek dan kompleksitas. Beberapa faktor berikut juga ikut memengaruhi biaya arsitek tinggi atau rendah:

  • Kondisi struktur bangunan lama
  • Spesifikasi yang Anda minta untuk konsep desain
  • Jenis dan kualitas material
  • Revisi desain
  • Finishing tinggi atau biasa
  • Elemen tambahan (biasanya meliputi desain interior dan furniture hingga instalasi kelistrikan atau plumbing)

Mengenal Apa Saja Perbedaan Renovasi Mayor dan Minor

1. Ruang Lingkup dan Skala

Biaya jasa arsitek untuk renovasi rumah skala kecil biasanya lebih rendah karena hanya mengubah sebagian area saja. Fokusnya pun pada perubahan kosmetik atau tampilan interior/eksterior, sedangkan skala besar meliputi perubahan di banyak area. Bahkan ada yang merencanakan renovasi total atau seluruh rumah dan mengubah tata ruang dasar.

2. Tujuan Perubahan

Pada renovasi minor, biasanya Anda hanya perlu fokus pada tampilan atau estetika, membuat eksterior atau interior tampak lebih baik. Jika ada fungsi yang diubah pun biasanya tidak berat dan cenderung ringan. Sementara renovasi mayor umumnya berkonsentrasi pada pengubahan struktur hingga tata ruang, bahkan tidak jarang fungsi ruang ikut berubah.

3. Skop Pekerjaan

Pada pengerjaan renovasi minor, biasanya hanya perlu mengecat ulang dinding atau mengganti lantai/keramik/vinyl maupun sistem pencahayaan. Mengganti furniture dan wallpaper hingga kitchen set pun termasuk renovasi kecil, sedangkan renovasi besar biasanya harus membongkar dinding. Memperluas ruangan seperti open space juga merupakan renovasi mayor.

4. Durasi Pengerjaan

Renovasi berskala kecil tentu membutuhkan waktu yang lebih sedikit daripada renovasi mayor, pengerjaan hanya membutuhkan beberapa hari atau minggu. Sementara untuk durasi pengerjaan renovasi berskala besar memerlukan waktu lebih lama karena banyaknya detail yang digarap dan diperhatikan. Renovasi mayor biasanya sampai beberapa minggu atau bulan.

5. Perkiraan Biaya

Kisaran biaya jasa arsitek untuk renovasi rumah minor biasanya lebih terjangkau alias lebih ramah untuk anggaran Anda. Pekerjaan lebih ringan sehingga tidak membutuhkan banyak komponen maupun detail ditambah kompleksitasnya rendah. Sedangkan renovasi mayor dari biaya lebih mahal karena perubahannya besar dan memerlukan finishing lengkap.

6. Perizinan atau Legalitas

Hanya renovasi dan bukan membangun rumah baru apakah tetap membutuhkan perizinan dan legalitas? Untuk kasus renovasi skala kecil alias minor, perizinan tidak terlalu diperlukan karena strukturnya tidak ada yang diubah. Namun jika Anda memutuskan melakukan perubahan besar pada bangunan seperti merombak struktur, izin dan dokumen resmi sangat penting.

7. Risiko Terjadinya Komplikasi

Pengerjaan renovasi minor lebih sedikit dan berkompleksitas rendah sehingga risiko terjadinya kesalahan sangat kecil karena mudah dikontrol. Sedangkan renovasi mayor memiliki risiko komplikasi pada proyek lebih tinggi disebabkan banyaknya detail yang harus diperhatikan. Pengawasan harus ketat khususnya pada masalah teknis dan instalasi listrik/pipa.

8. Peningkatan Nilai Properti

Dengan sedikit perubahan, penambahan nilai properti mungkin tidak terlalu signifikan namun tetap dapat memberi perubahan visual dan kenyamanan. Renovasi skala kecil tetap dapat meningkatkan perhatian calon pembeli rumah jika ingin menjual cepat. Sementara renovasi mayor menambah nilai properti signifikan karena fungsi berubah jauh lebih baik.

9. Perubahan Fungsi Ruang

Estimasi biaya jasa arsitek untuk renovasi rumah berskala kecil tidak terlalu mahal karena tidak mengubah fungsi ruang. Sementara renovasi rumah bersifat mayor, biaya lebih tinggi karena fungsi ruang biasanya dapat berubah. Salah satunya adalah ketika Anda ingin merealisasikan konsep open space yang menggabungkan dapur dan ruang makan dan ruang tamu.

Ingin Renovasi Rumah Berkonsep Open Space? Serahkan pada Scandilux!

Renovasi rumah menjadi urusan yang bisa cukup ribet jika Anda paksakan untuk membereskannya sendiri dari awal sampai akhir. Kenapa tidak memercayakan proyek ini kepada Jasa Arsitek Rumah agar rencana dan eksekusi renovasi rumah open space berjalan dengan aman? Tim kami berpengalaman dan paling memahami alur kerja hingga biaya yang sesuai.

Soal biaya jasa arsitek untuk renovasi rumah konsep apa saja tidak perlu bingung lagi, konsultasikan dengan Scandilux di 0812-5555-7227. Kami siap bantu hitung biaya jasa dan RAB secara transparan dan membuatkan konsep terbaik. Dijamin rumah akan lebih lapang dan terang tanpa harus overbudget, jadi diskusikan dengan tim kami sekarang.

Biaya Desain Rumah 2 Lantai di Kota Besar Vs. Daerah

Anda tinggal di kota besar atau daerah dapat memengaruhi biaya jasa arsitek rumah, termasuk biaya desain rumah 2 lantai yang ingin diwujudkan. Tidak hanya soal ukuran tanah, faktor akses proyek hingga regulasi pembangunan ikut berbeda sehingga dapat berpengaruh pada biaya desain rumah. Berikut perhitungan kasar yang bisa Anda jadikan pertimbangan sebelum bangun rumah.

Daftar Isi

Berapa Perkiraan Biaya Desain Rumah 2 Lantai di Kota Besar dan Daerah?

Biaya menggunakan jasa arsitek untuk desain rumah 2 lantai antara kota besar dan daerah jelas berbeda. Tarif di kota besar atau pusat kota lebih tinggi daripada di daerah mengingat upah minimum/pendapatan warga pun berbeda. Namun tentu biaya ditentukan pula oleh faktor reputasi dan pengalaman arsitek serta kompleksitas desain yang Anda minta.

Kategori Lokasi Estimasi Biaya
Kota besar atau metropolitan (jasa arsitek dari perusahaan besar dan profesional) Rp 200.000-750.000 per m2
Kota menengah atau daerah besar dengan arsitek freelancer dan studio lokal Rp 100.000-300.000 per m2
Daerah kecil atau luar kota besar dengan desainer lokal atau drafter sederhana Rp 50.000-200.000 per m2

Biaya di atas belum termasuk tingkat kerumitan desain dan lingkup layanan yang Anda butuhkan. Apakah Anda hanya butuh denah awal atau ingin termasuk gambar kerja lengkap dan 3D rendering serta pengawasan proyek? Harga akan sangat berbeda semakin lengkap layanan yang Anda ingin dapatkan, termasuk metode hitungan yang dipakai arsitek.

Bila Anda tinggal di kota besar dan ingin bangun rumah, tarif jasa desain 2-3 kali lebih tinggi daripada di daerah. Ini karena di kota besar permintaan desain dengan spesifikasi tinggi cukup umum maka memengaruhi besar tarif. Sementara itu di daerah menengah lebih terjangkau dengan arsitek lokal, dan daerah kecil perlu pengecekan kualitas gambar kerja.

Agar gambaran lebih jelas, berikut simulasi biaya desain rumah 2 lantai di kota besar dan menengah serta daerah kecil.

  • Rumah 2 Lantai di Kota Besar

Asumsikan Anda ingin bangun rumah dengan luas total bangunan 250 m2 dengan tarif arsitek Rp 300.000 per m2. Maka cukup kalikan 250 m2 dengan Rp 300.000, otomatis Anda akan memperoleh hasil Rp 75.000.000. Biasanya dengan tarif tersebut Anda sudah bisa mendapatkan layanan gambar lengkap (gambar kerja sekaligus revisi konsep rancangan).

  • Rumah 2 Lantai di Kota Menengah

Anggap Anda memiliki lahan 200 m2 dan ingin membangun rumah penuh; tarif arsitek lokal asumsikan Rp 175.000 per m2. Biaya desain maka bisa diestimasikan dengan mengalikan 200 m2 dengan Rp 175.000, yaitu sekitar Rp 35.000.000. Harga tersebut tidak hanya meliputi desain, tapi juga sudah termasuk kebutuhan izin pembangunan dan proses konstruksi.

  • Rumah 2 Lantai di Daerah Kecil

Misalnya Anda ingin mendirikan rumah seluas 180 m2; tarif desainer mandiri atau drafter lokal adalah Rp 75.000 per m2. Biaya desain atau jumlah budget bisa diperkirakan Rp 13.500.000, sebagai hasil perhitungan 180 m2 x Rp 75.000. Harga ini tergolong ekonomis dan biasanya tidak cukup lengkap karena Anda akan memperoleh layanan gambar dasar/awal saja.

Jika ingin mengetahui berapa biaya desain rumah 2 lantai secara umum ditambah berbagai detail komponennya, berikut gambaran perhitungannya.

Komponen Contoh Estimasi Biaya
Gambar arsitektur Rp 15.000.000-22.000.000
Gambar kerja detail Rp 6.000.000-10.000.000
Struktur bangunan Rp 7.000.000-12.000.000
Instalasi listrik dan plumbing Rp 4.000.000-8.000.000
Revisi dan konsultasi Rp 2.000.000-4.000.000
Kisaran total biaya: Rp 35.000.000-55.000.000

Tips Menghindari Jasa Desain Rumah Murah di Awal Mahal di Akhir

1. Memeriksa Reputasi dan Kredibilitas Arsitek

Jika terlalu asal dalam memilih arsitek, selalu ada kemungkinan untuk tertipu harga murah di awal padahal bisa mahal di akhir. Maka pastikan Anda sudah cari dan baca review klien-klien jasa arsitek tersebut sebelumnya untuk mengetahui reputasi. Cari desainer/arsitek berlisensi dan bersertifikasi erkunden; akan lebih aman jika arsitek tergabung dalam IAI.

2. Mengecek Portofolio/Pengalaman Desain Lengkap

Jasa arsitek yang terpercaya selalu menyediakan portofolio agar calon klien dapat melihat riwayat proyek dan pengalaman desain mereka terdahulu. Jika tidak terpajang di situs resmi mereka, Anda berhak menanyakan portofolio lengkap secara langsung sesuai kebutuhan. Hal ini mempermudah dalam menilai apakah kualitas desain masuk preferensi Anda.

3. Melihat Seberapa Komunikatif dan Responsif Arsitek

Tidak masalah ketika Anda dari awal konsultasi sudah membicarakan budget dengan arsitek; bawa topik estimasi biaya desain rumah 2 lantai. Pastikan mereka memahami apa saja kebutuhan Anda dalam desain dan bangun rumah, lihat apakah jasa tersebut cukup responsif dan komunikatif. Jika komunikasi nyaman, Anda dapat melanjutkan kerja sama.

4. Menentukan Kebutuhan dan Konsep di Awal Secara Jelas

Supaya tidak terjebak harga murah, Anda sendiri wajib mengetahui apa yang diinginkan soal kebutuhan konsep atau gaya desain rumah. Gambaran model rumah dan detailnya sudah harus ada dalam benak Anda, termasuk kebutuhan ruang dan rencana anggaran. Dengan begini jasa arsiteklah yang akan menyesuaikan dan Anda terhindar dari pilihan yang buruk.

5. Menghindari Janji Lisan

Anda tahu bahwa jasa arsitek tersebut menjanjikan harga murah, tapi apakah ada jaminan harga tersebut pasti tidak berubah? Hindari jasa arsitek yang hanya menawarkan janji lisan soal layanan dan biaya, pastikan Anda minta rincian layanan dan deliverables tertulis. Daftar detail layanan yang termasuk serta RAB dapat mencegah biaya tersembunyi/tidak jelas.

6. Memastikan Desain Termasuk Gambar Kerja

Beberapa orang mungkin hanya membutuhkan jasa arsitek untuk membuatkan denah, tapi akan lebih baik jika memesan desain gambar teknis lengkap. Bila Anda tidak ingin proses bangun rumah terlalu ribet, andalkan jasa arsitek yang tepat dan pastikan gambar kerja lengkap. Ini adalah elemen penting agar konstruksi dilaksanakan dengan struktur yang aman.

7. Membuat Kesepakatan dan Kontrak Kerja yang Jelas

Jangan mudah tergiur biaya desain rumah 2 lantai murah tapi tidak ada kesepakatan tertulis atau kontrak kerja yang jelas. Adanya kontrak membuat Anda tenang karena memiliki perlindungan hukum jika terjadi hal-hal tidak terduga di tengah proyek. Kontrak harus mencakup lingkup pekerjaan maupun hak dan kewajiban kedua pihak serta timeline dan jadwal revisi.

Percayakan Desain dan Konstruksi Rumah 2 Lantai pada Scandilux!

Anda mendambakan rumah baru 2 lantai berkonsep Scandinavian tapi ragu dengan biaya jasa desainnya? Jasa Desain Rumah dari Scandilux merupakan pilihan tepat untuk Anda yang ingin berkonsultasi langsung dengan tim spesialis desain dan bangun rumah Scandinavian. Baik di kota besar atau kecil, Anda tidak perlu khawatir soal desain yang ribet apalagi dengan risiko overbudget.

Diskusikan desain sejak awal bersama Scandilux sekaligus konsultasi biaya desain rumah 2 lantai di nomor 0812-5555-7227. Kami tidak sekadar membuatkan gambar terbaik sesuai konsep yang Anda inginkan, tapi juga membantu Anda mengambil keputusan paling tepat dari awal perencanaan hingga rumah selesai dibangun.

Perhitungan Biaya Jasa Arsitek dan Kontraktor Rumah dan Perbedaan Keduanya

Biaya jasa arsitek rumah dan kontraktor seringkali menjadi alasan sebagian orang untuk tidak memakai jasa keduanya saat ingin bangun rumah. Kesan bahwa biaya arsitek dan kontraktor mahal sebenarnya tidak terlalu menakutkan dan justru memberi Anda hasil yang sepadan. Berikut ini adalah kisaran biaya kedua jasa yang Anda perlu ketahui.

Daftar Isi

Perhitungan Umum Biaya Jasa Arsitek dan Kontraktor

1. Biaya Jasa Arsitek

Metode Perhitungan Estimasi Tarif
Rumah tinggal standar (kecil-sedang) per m2 Rp 100.000-300.000 per m2
Rumah tinggal lebih luas dan besar per m2 Rp 500.000-1.000.000 per m2
Tarif berdasarkan persentase dari total RAB atau biaya proyek pembangunan 5-10% dari total anggaran
Paket desain (paket gambar saja) Rp 5.000.000-50.000.000
Paket desain lengkap (gambar kerja sekaligus pengawasan konstruksi) Rp 52.500.000 (untuk bangunan 0-250 m2)
Rp 220.000.000 (untuk bangunan 900-1000 m2)

Asumsikan Anda berencana membangun rumah seluas 200 m2, lalu tarif yang dipasang oleh arsitek adalah Rp 200.000. Maka untuk mendapatkan total biaya, cukup kalikan saja keduanya dan hasilnya Rp 40.000.000. Namun harga tersebut bukan patokan karena hanya perkiraan; dan akan lebih tinggi jika proyek lebih besar daripada pembangunan rumah standar.

Paket desain merupakan metode penghitungan biaya jasa arsitek yang membuat hidup Anda lebih mudah karena sudah fixed. Anda hanya tinggal memilih paket mana yang mampu memenuhi kebutuhan pembangunan rumah. Paket all-in atau komplit sudah termasuk gambar kerja sekaligus konstruksi dan pengawasan akan dihargai paling tinggi.

2. Biaya Jasa Kontraktor

Tipe/Kualitas Rumah Estimasi Tarif
Rumah tinggal standar Rp 3.500.000-7.000.000 per m2
Rumah tinggal menengah dengan finishing bagus dan material berkualitas Rp 4.500.000-6.000.000 per m2
Rumah tinggal menengah-atas atau semi-premium Rp 5.500.000-7.500.000 per m2
Rumah tinggal mewah dengan material premium dan finishing tinggi (terdapat detail arsitektur dan fasilitas tambahan) Rp 6.000.000-10.000.000 per m2
Rumah luxury atau high end dengan material premium dan desain kompleks ditambah finishing mewah (seringkali bersifat custom) Rp 8.000.000-12.000.000 per m2
Sistem tenaga kerja saja tanpa material Rp 600.000-1.500.000 per m2

Total biaya jasa arsitek dan kontraktor bisa berbeda karena perhitungan dan layanan yang ditawarkan pun tidak sama. Asumsikan Anda ingin membangun rumah dengan luas 100 m2 dan tarif kontraktor adalah Rp 6.000.000. Maka keseluruhan biaya adalah Rp 600.000.000 yang biasanya belum termasuk jasa arsitek karena keduanya jasa terpisah.

Namun meski belum termasuk biaya jasa arsitek, hitungan biaya jasa kontraktor di atas sudah meliputi struktur hingga material dan finishing. Biaya juga telah mencakup upah tenaga kerja sekaligus pekerjaan fisik dasar, maka akan ada biaya tambahan untuk lain-lainnya. Biaya ekstra ada untuk instalasi listrik.air dan interior/furnishing hingga IMB dan lanskap.

Aspek-aspek yang Membedakan Biaya Jasa Arsitek Vs. Kontraktor

1. Kompleksitas Proyek

Jasa arsitek dan kontraktor tidak dapat menyamakan biaya karena dari kompleksitas proyeknya saja sudah berbeda. Kenaikan biaya arsitek biasanya dikarenakan adanya konsep desain khusus hingga struktur detail dan unik ditambah banyaknya revisi. Untuk biaya jasa kontraktor, biaya naik ketika material premium dan struktur kompleks ditambah finishing tinggi.

2. Layanan atau Pekerjaan yang Ditanggung

Perbedaan biaya jasa arsitek dan kontraktor selanjutnya terlihat pada ruang lingkup pekerjaan. Biaya jasa arsitek umumnya meliputi desain konseptual/arsitektural serta gambar kerja hingga layout dan pengawasan desain (belum termasuk pengawasan konstruksi). Biaya kontraktor meliputi konstruksi hingga material dan tenaga kerja serta pekerjaan teknis lainnya.

3. Fleksibilitas Anggaran

Biaya untuk jasa arsitek dianggap fleksibel karena metode perhitungannya bisa dengan paket desain atau per m2 hingga persentase total RAB. Sementara jasa kontraktor biasanya menawarkan biaya yang pasti karena sistem borongan penuh/all-in. Namun pada jasa kontraktor, biaya dapat membengkak tergantung spesifikasi material dan tipe finishing.

4. Waktu dan Alur Kerja

Pembayaran jasa arsitek didasarkan pada tahapan desain seperti konsep awal hingga gambar kerja lengkap lalu pengawasan konstruksi (jika ada). Untuk jasa kontraktor, Anda dapat membayar tepat setelah eksekusi pembangunan dilakukan, pertama melalui uang muka. Kemudian di tengah pengerjaan Anda bayar lagi sampai finishing dan selesai.

5. Tujuan Biaya

Biaya yang Anda keluarkan untuk jasa arsitek bertujuan untuk membangun perencanaan melalui desain dan dokumen bangunan. Sedangkan biaya yang Anda siapkan untuk jasa kontraktor adalah untuk mewujudkan konsep desain yang jasa arsitek telah buat secara detail. Jasa kontraktor yang bertugas menentukan bangunan jadi atau tidak sesuai desain.

6. Transparansi Biaya

Biaya jasa arsitek dan kontraktor rumah dibedakan dalam hal transparansi, di mana jasa arsitek dianggap berbiaya lebih transparan. Arsitek dibayar untuk desain dan gambar kerja sehingga hal ini terlihat jelas karena bukan untuk pembayaran bahan. Sedangkan biaya kontraktor dianggap rumit karena terdiri dari biaya bahan hingga tenaga kerja dan hal-hal tidak terduga.

7. Metode Fee Tetap

Dengan metode perhitungan fee tetap atau lump-sum, Anda hanya perlu membayar langsung untuk paket desain sekitar Rp 5-150 juta. Sementara jasa kontraktor biasanya tidak menawarkan paket desain dalam metode perhitungannya karena ada banyak elemen dalam proses pelaksanaan. Biaya dihitung berdasarkan tenaga kerja dan material hingga mark-up.

8. Metode per m2

Di Indonesia rata-rata arsitek memasang tarif dengan metode per m2, walaupun lagi-lagi tetap dipengaruhi oleh tingkat kerumitan desain. Sedangkan metode per m2 hanya kadang-kadang saja diterapkan oleh para kontraktor, terutama bila memakai sistem borongan penuh. Biaya jasa kontraktor paling kerap tergantung dari tipe material dan spesifikasi bangunan.

9. Metode Persentase dari Biaya Keseluruhan Proyek

Biaya arsitek dengan metode perhitungan persentase dari keseluruhan biaya proyek umumnya mengambil 5-10% saja dari total anggaran konstruksi. Berbeda dari jasa arsitek, biaya kontraktor metode persentase seperti ini diambil dalam model mark-up. Dasarnya adalah biaya kerja atau material 10-25% dari biaya proyek ditentukan skala dan tingkat kerumitan.

10. Layanan Tambahan

Kisaran biaya jasa arsitek dan kontraktor beragam karena masih adanya kemungkinan biaya dari layanan tambahan. Untuk arsitek, mereka biasanya melayani konsultasi dan mengurus izin pembangunan rumah hingga pembuatan gambar kerja lengkap. Untuk jasa kontraktor, layanan tambahan mencakup finishing khusus hingga modifikasi tengah proyek.

Cari Rancangan Arsitektur yang Matang dan Berstandar Tinggi? Scandilux Jawabannya!

Karena pembangunan rumah sama dengan investasi besar, wajar jika Anda ingin risiko seminim mungkin. Inilah alasan pentingnya menggunakan Jasa Arsitek Rumah maupun kontraktor yang bereputasi baik dan dapat dibuktikan sisi kompeten di bidangnya. Scandilux dapat menjadi tempat yang tepat bagi Anda untuk memercayakan perencanaan pembangunan rumah detail.

Anda mencari partner yang transparan soal biaya jasa arsitek dan kontraktor sekaligus layanan dengan hasil maksimal? Jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan Scandilux dengan menghubungi kami di nomor 0812-5555-7227. Kami siap bantu dari awal sampai akhir untuk pembangunan rumah estetik dan fungsional tanpa bikin kantong Anda kering.

Estimasi Biaya Desain Rumah Per Meter untuk Micro Living Scandinavian

Apapun konsep yang Anda idamkan, biaya desain rumah per meter sebaiknya Anda ketahui agar bisa merencanakan anggaran dengan lebih matang, termasuk memahami biaya jasa arsitek rumah secara keseluruhan. Jika punya lahan kecil, maka tidak ada salahnya mengadopsi desain rumah micro living dengan setiap meter perseginya dimanfaatkan secara optimal. Sebagai gambaran saat Anda ingin pakai jasa arsitek, ini perkiraan biaya desainnya.

Daftar Isi

Berapa Biaya Desain Rumah per Meter Konsep Micro Living?

Micro living merupakan konsep rumah yang kini mulai banyak diminati oleh para dewasa muda dengan keterbatasan lahan. Bukan hanya karena lahan yang sempit, umumnya beberapa faktor seperti efisiensi layout dan ruang multifungsi sangat menentukan micro living. Sebelum mengadopsi konsep ini, baiknya Anda mengenali tipe-tipenya menurut luas lahan.

  • Ultra micro atau 15-25 m2 yang biasa dijadikan studio atau rumah petak super minimal.
  • Micro living klasik atau 24-36 m2 sebagai yang paling umum dan banyak diminati.
  • Micro living nyaman atau 36-50 m2 sebagai hunian yang lebih fleksibel dan cocok untuk tempat tinggal jangka panjang.
  • Micro compact atau 50-72 m2 yang juga diistilahkan sebagai rumah kecil.
  • Small house atau lebih dari 72 m2; tipe ini sebenarnya sudah tidak masuk kategori micro living tapi tetap dianggap kecil.

Meski lahan terbatas, konsep micro living tidak dianggap sebagai rumah ekonomis atau rumah murah otomatis. Seringkali Anda justru perlu memiliki budget besar karena per meter perseginya lebih mahal dengan perhitungan ruang detail dan solusi multifungsi. Untuk memperoleh perhitungan umum tarif jasa desain, berikut estimasinya sesuai paket layanan.

Jenis Layanan/Paket Estimasi Biaya
Desain konsep sederhana dan hanya menggunakan 2D (mencakup denah dan layout awal) Rp 50.000-120.000 per m2
Desain standar termasuk 2D dan 3D rendering dasar Rp 100.000-200.000 per m2
Desain lengkap termasuk gambar kerja siap bangun dan 3D Rp 150.000-300.000 per m2
Desain premium atau detail tinggi (mencakup visualisasi spesifik dan revisi lengkap) Rp 300.000-700.000 per m2
Desain dari jasa arsitek besar dengan layanan komprehensif Rp 230.000-350.000 per m2
Desain dari arsitek individu profesional atau arsitek freelance Rp 150.000-400.000
Biaya desain standar di kota besar Bisa mencapai Rp 750.000 lebih

Jika ingin tahu berapa biaya desain rumah per meter untuk konsep micro living, Anda harus lebih dulu menentukan jasa arsiteknya. Semakin besar perusahaannya atau semakin berpengalaman arsitek tersebut, tentu dana yang Anda harus siapkan lebih besar. Sekalipun untuk micro living, anggaran perlu disiapkan secara matang, berikut asumsi ukuran paling umum.

  • 3×8 m = 24 m2
  • 4×6 m = 24 m2
  • 4×8 m = 32 m2
  • 5×7 m= 35 m2

24-36 m2 merupakan ukuran paling umum karena merupakan micro living yang lebih ideal daripada ultra micro. Ukuran ini bisa memuat 1 kamar tidur dan 1 kamar mandi biasa serta dapur mini yang sudah cukup fungsional. Sementara ruang tamu sekaligus ruang makan dan kerja dapat dijadikan satu seperti laiknya konsep open space sebagai ruang multifungsi.

Bagi Anda yang tertarik dengan hunian semacam ini, fokus utama adalah ruang kecil yang fungsi dan efisiensinya tinggi. Patokan realistis untuk biaya desain lengkap dari jasa arsitek yang bagus adalah sekitar Rp 100.000-250.000 per m2. Namun harga per meter tentu hanya gambaran dan estimasi, kompleksitas desain hingga lokasi proyek ikut menentukan besar biaya.

Cara Mendesain Hunian Micro Living agar Proporsional dan Nyaman Ditinggali

1. Menggunakan Ruang Vertikal

Berapapun estimasi biaya desain rumah per meter, Anda boleh minta kepada arsitek membuatkan layout micro living dengan memanfaatkan ruang vertikal. Baik untuk dekorasi maupun penyimpanan akan lebih optimal memakai konsep ini. Pastikan lantai bebas agar tidak sesak dan fokus pada kabinet sampai plafon serta rak tinggi atau gantung.

2. Menciptakan Jendela Besar

Rumah micro living sama seperti rumah kecil yang perlu disiasati dengan pencahayaan alami optimal agar bagian dalam tidak terasa sumpek. Oleh karena itu, minta kepada arsitek mendesain jendela besar tanpa penghalang berat supaya saat siang hari cahaya matahari masuk optimal. Dijamin interior hunian Anda akan terasa makin lega karena pencahayaan ini.

3. Mengisi dengan Furniture Multifungsi

Desain rumah micro living dapat dimaksimalkan melalui penempatan furniture multifungsi seperti meja yang memiliki rak atau laci. Tempat tidur dengan ruang penyimpanan di bagian bawah hingga meja lipat untuk makan maupun bekerja bisa Anda pakai. Trik ini sangat efektif dalam menghemat ruang dan menghindarkan tampilan interior dari kesan berantakan.

4. Membuat Ilusi Ruangan Lebih Lapang

Selain jendela besar yang mengizinkan cahaya lebih banyak masuk ke dalam ruangan, ilusi ruang lebih lapang bisa diciptakan melalui furniture. Dalam hal ini interior memerlukan cermin besar sebagai pemantul cahaya; namun pastikan juga cermin tersebut mendukung visual ruangan. Furniture kaki terbuka dan berbentuk ramping pun lebih direkomendasikan.

5. Memanfaatkan Palet Warna Terang

Selain mendiskusikan warna dan jenis material dengan arsitek, total biaya desain rumah per meter biasanya sudah mencakup juga skema warna. Untuk tipe rumah micro living sebaiknya memprioritaskan warna netral tapi terang, seperti krem atau putih. Pola 60-30-10 untuk skema warna bisa diterapkan pada hunian ini agar visual menarik dan terkesan hangat.

6. Mengutamakan Layout Terbuka

Seperti desain rumah kecil pada umumnya, konsep micro living tidak sebaiknya ada sekat dan lebih berfokus pada open plan. Layout terbuka lebih ideal karena ruangan sudah cukup sempit sehingga tidak membutuhkan berbagai partisi lagi. Tidak sekadar membuat efek ruangan terasa lebih luas, tapi Anda juga lebih leluasa bergerak dan beraktivitas di dalam rumah.

7. Menambahkan Sentuhan Personal

Anda bisa membicarakan desain rumah dengan sentuhan personal dari awal bersama arsitek kepercayaan. Desain dan konstruksi hunian micro living memang memprioritaskan fungsi dan efisiensi, tapi tidak ada salahnya menambahkan aksen. Beri juga area untuk sentuhan personal semacam taman indoor kecil misalnya agar suasana rumah jauh lebih nyaman.

Butuh Jasa Desain Rumah Profesional? Jadikan Scandilux Mitra Anda!

Anda tidak lagi perlu menebak-nebak kisaran biaya desain rumah per meter maupun konsep terbaik untuk rumah impian. Scandilux sebagai Jasa Desain Rumah hadir untuk memberi Anda gambaran yang transparan dari awal soal biaya maupun konsep rancangan tanpa drama. Kami spesialis mendesain dan membangun hunian bergaya Scandinavian yang juga bisa diterapkan pada micro living.

  • Kami siap melakukan survei lokasi lebih dulu sebagai tahap awal.
  • Kami kemudian mengembangkan desain interior dan eksterior secara spesifik sesuai keinginan dan proposal Anda.
  • Kami sebagai jasa arsitektur sekaligus konstruksi siap merealisasikan desain dengan memulai pengerjaan proyek secara profesional.

Bila Anda tertarik ingin mewujudkan Scandinavian compact living tapi bingung soal biaya desain rumah per meter, konsultasi langsung dengan kami. Tim Scandilux selalu responsif dan siap memberi layanan terbaik saat Anda menghubungi kami di nomor 0812-5555-7227. Rumah mungil nyaman dan enak dilihat tapi tetap fungsional akan kami realisasikan.

Kisaran Biaya Jasa Arsitek Per Meter Bantu Anda Siapkan Budget

Biaya jasa arsitek per meter kerap menjadi momok bagi sebagian orang yang berencana membangun atau merenovasi rumah. Ada kesan perhitungan biaya jasa makin mahal ketika dihitung per meter, padahal menggunakan jasa arsitek justru memperlancar semuanya. Tidak harus mengeluarkan biaya selangit, berikut info biaya jasa arsitek rumah yang Anda perlu simak.

Daftar Isi

Estimasi Biaya Jasa Arsitek per Meter untuk Persiapan Budget

Walau penggunaan jasa arsitek terkesan mahal, tarif yang ditawarkan umumnya sepadan dengan hasil desain dan pembangunan yang customer terima. Jadi jika Anda tertarik mengandalkan arsitek untuk urusan pembangunan atau renovasi rumah, pastikan memiliki bayangan kasar hitungan biayanya. Berikut kisaran biaya menurut luas bangunan per m2.

Konsep Estimasi Biaya per m2
Desain rumah konseptual Rp 150.000-300.000
Desain dan dokumentasi Rp 300.000-500.000
Desain rumah per m2 dengan mengandalkan arsitek individu Rp 150.000-400.000
Desain rumah per m2 dengan mengandalkan firma arsitektur Rp 300.000-750.000
Desain rumah sederhana (36-60 m2) Rp 100.000-250.000
Desain rumah menengah luas medium (70-120 m2) atau memiliki 2 lantai Rp 150.000-300.000
Desain rumah menengah (100-300 m2) Rp 200.000-500.000
Desain rumah menengah-maju yang lebih kompleks (contoh: rumah 2 lantai berfinishing kualitas tinggi dan desain modern) Rp 250.000-400.000 (tergantung detail)
Desain rumah besar (>300 m2) Rp 500.000-1.000.000

Agar lebih memahami perhitungannya, berikut sedikit simulasi biaya yang Anda bisa jadikan inspirasi.

  • Rumah sederhana dengan luas 60 m2 dan tarif jasa arsitek Rp 200.000/m2, maka biayanya Rp 1.200.000.
  • Rumah menengah 100 m2 (desain bagus) dan tarif jasa arsitek Rp 300.000/m2, maka biayanya Rp 30.000.000.
  • Rumah besar 300 m2 berdesain kompleks dan tarif jasa arsitek Rp 500.000/m2, maka biayanya Rp 150.000.000.

Total biaya jasa arsitek per meter tidak sekadar tergantung dari luas dan besar rumah yang Anda miliki. Terdapat berbagai faktor yang ikut berpengaruh, seperti tingkat kerumitan dan detail desain yang Anda minta. Jenis desain yang sederhana tentu lebih murah dibandingkan desain kompleks karena membutuhkan detail tinggi untuk membuat hasilnya berbeda.

Selain itu jenis layanan yang Anda minta atau dapatkan dari jasa arsitek pun berdampak pada biaya akhir. Tentukan di awal apakah hanya ingin desain atau sketsa simpel atau gambar kerja lengkap hingga 3D rendering dan pengawasan proyek. Semakin lengkap layanan dan berada di kota besar ditambah jasa arsitek berjam terbang tinggi, biaya tentu lebih mahal.

Baca Juga : Estimasi Biaya Desain Rumah Per Meter untuk Micro Living Scandinavian

Hal-hal yang Termasuk dalam Rincian Biaya Arsitek

1. Konsultasi dan Desain Awal

Saat sudah memilih jasa arsitek yang menurut Anda terpercaya, langkah awal tentu berkonsultasi tentang desain konseptual. Konsep desain awal seperti ini membutuhkan pembayaran ringan dan Anda dapat mengutarakan kebutuhan desain seperti gaya hingga fungsi ruang. Keputusan pun ada pada Anda untuk memilih material, lalu arsitek akan membuatkan denah kasar.

Jika masih belum yakin di awal dan hanya ingin konsultasi saja, tahap mengobrol dan survei kebutuhan biasanya tidak dikenakan biaya. Sementara bila Anda memutuskan untuk meminta arsitek membuatkan sketsa konsep atau denah awal secara kasar, umumnya dikenakan tarif. Penting mengetahui lingkup layanan dengan bertanya langsung kepada arsitek.

2. Perencanaan Teknis

Kisaran biaya jasa arsitek per meter turut memperhitungkan tahap perencanaan teknis di dalamnya, yaitu pembuatan desain dan gambar kerja. Arsitek dalam hal ini siap mengerjakan denah serta tampak hingga potongan dan detail struktural sesuai keinginan atau kebutuhan Anda. Hal ini pun mencakup detail material serta pembuatan gambar kerja lengkap.

3. Visualisasi

Visualiasi adalah tahap opsional karena tidak semua arsitek memberi layanan ini dan tergantung apakah Anda minta atau tidak. Jika ingin memasukkannya, biasanya sudah termasuk gambaran 3D dan rendering, khususnya untuk proyek rumah mewah dan besar. Tujuan visualisasi adalah untuk mengetahui seperti apa tampilan final desain rumah sebelum eksekusi.

Sayangnya tidak semua jasa arsitek menawarkan layanan visualisasi atau 3D rendering karena hal ini tidak wajib. Jika dalam paket layanan tidak ada visualisasi, artinya fokus utama arsitek hanya pada hal teknis dan fungsi. Proses visualisais melalui 3D rendering pun membutuhkan kemampuan khusus dan waktu lebih lama sehingga ada tim sendiri untuk ini.

4. Perhitungan Anggaran atau Pemberian RAB

Walau tidak semua arsitek bersedia membantu Anda menghitung anggaran dan memberi RAB, sebagian besar pasti melayani dengan perhitungan yang transparan. Estimasi biaya bangunan biasanya sudah meliputi material dan struktur sampai dengan finishingnya. Arsitek mampu membantu membuatkan estimasi RAB karena mereka yang membuatkan desain.

Perkiraan biaya jasa arsitek per meter tidak kemudian menjadi lebih mahal hanya karena mereka membantu menghitung RAB. Arsitek dalam hal ini yang paling memahami isi bangunan karena mereka yang mendesain, maka serahkan perhitungan biaya proyek pada mereka. RAB yang dibuatkan oleh arsitek umumnya menjadi patokan awal perencanaan budget Anda.

5. Pengawasan Proses Konstruksi

Biaya yang dibayarkan untuk jasa arsitek juga bisa termasuk layanan berupa pengawasan proses konstruksi dari awal. Tidak wajib tapi Anda bisa meminta arsitek untuk ikut mengawasi karena mereka dapat mengetahui apa yang kurang atau salah pada pelaksanaannya. Arsitek punya tugas sebagai penentu apakah bangunan sudah sesuai gambar dan detail yang diinginkan.

Tidak sekadar mengecek apakah bangunan sudah sesuai dengan desain, arsitek akan memastikan pula apakah kualitas strukturnya sudah bagus. Termasuk detail finishing yang membuat hasil pembangunan sempurna atau justru terlihat ada yang kurang. Jika Anda tidak masalah dengan peningkatan budget, maka opsi layanan pengawasan proyek bisa Anda pilih.

6. Layanan Khusus atau Ekstra

Biaya untuk jasa arsitek mencakup banyak hal, tidak terkecuali layanan khusus atau tambahan sesuai keinginan dan keputusan Anda. Sejumlah arsitek menawarkan layanan desain interior hingga revisi desain (jumlah revisi dapat didiskusikan dengan arsitek). Selain itu juga terdapat layanan pengurusan izin bangunan serta konsultasi material dan masih ada lainnya.

Perhitungan biaya jasa arsitek per meter didasarkan pada beberapa layanan tambahan yang Anda inginkan. Seringkali beberapa hal yang telah disebutkan sudah termasuk dalam hitungan biaya utama, tapi ada juga yang dimasukkan ke biaya tambahan. Maka buat kesepakatan secara jelas dengan arsitek mengenai hal-hal yang Anda butuhkan agar biaya juga transparan.

Serahkan Perencanaan Arsitektur yang Presisi untuk Hunian Berkelas pada Scandilux

Membangun rumah tidak mudah, karena bukan sekadar memilih desain lalu proses pengerjaan berjalan dengan sendirinya. Anda kemungkinan butuh Jasa Arsitek Rumah yang mampu membuatkan desain rumah sesuai konsep impian tanpa molor. Scandilux hadir menjamin hasil desain memuaskan dan selesai tepat waktu tanpa perlu khawatir budget desain membengkak.

Jika ingin tahu biaya jasa arsitek per meter dan apa saja lingkup layanannya, segera hubungi Scandilux di nomor 0812-5555-7227. Anda bisa berkonsultasi dan memperoleh proposal terkait biaya desain yang telah diajukan melalui formulir pemesanan. Setelah proposal disetujui, kami akan memulai perancangan dan setelah selesai hasilnya kami tunjukkan kepada Anda.